Bandar Lampung (Lampost.co) — Tokoh gereja di Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi atas peran aktif pemerintah daerah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Khususnya pada perayaan Natal tahun ini.
Dukungan tersebut bisa menjadi kunci terciptanya suasana damai dan harmonis di tengah keberagaman masyarakat.
Gembala Sidang GMI Immanuel, Pdt. Andreas Sumarsono, menegaskan bahwa perbedaan suku, ras, dan keyakinan justru menjadi kekuatan yang menyatukan masyarakat Lampung.
Menurutnya, perayaan Natal semakin menumbuhkan semangat persaudaraan dan kebersamaan di tengah kehidupan yang majemuk.
“Keberagaman adalah kekuatan kita bersama. Natal menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan meski kita berbeda latar belakang,” ujarnya.
Baca Juga:
Gubernur Lampung Tinjau Perayaan Natal di Sejumlah Gereja
Kelompok Rentan
Sementara itu, Uskup Keuskupan Tanjungkarang, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo, menjelaskan bahwa Natal 2025 mengusung tema Cinta Kehidupan dan Lingkungan Hidup.
Melalui tema tersebut, Gereja Katolik di Lampung berkomitmen memperkuat persaudaraan sejati dengan memberi perhatian kepada kelompok-kelompok rentan.
Ia menyebutkan, kepedulian gereja mereka wujudkan dengan merangkul kaum difabel hingga Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang selama ini kerap terpinggirkan.
“Ini adalah panggilan iman untuk menghadirkan kasih bagi semua, tanpa kecuali,” ungkapnya.
Uskup Vinsensius berharap, semangat Natal dapat terus menjadi perekat kerja sama antarumat beragama dan pemerintah daerah.
“Sehingga Provinsi Lampung senantiasa terjaga sebagai wilayah yang aman, damai, dan harmonis bagi seluruh masyarakat,” katanya.








