Bandar Lampung (Lampost.co): Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung, Thomas Amirico, menegaskan perlunya pembenahan serius pada proses pembelajaran di sekolah menyusul rendahnya capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa, terutama pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris.
Thomas menyatakan bahwa hasil TKA menjadi alarm penting bagi dunia pendidikan di Lampung. Ia menilai capaian tersebut mencerminkan kesenjangan antara proses pembelajaran di kelas dengan karakter asesmen. Hal itu mengukur pemahaman konsep dan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
“Hasil TKA ini menjadi bahan evaluasi penting bagi kami. Sekolah dan guru harus menyesuaikan pola pembelajaran dengan tuntutan penguasaan konsep dan kemampuan berpikir tingkat tinggi,” ujar Thomas, Minggu, 28 Desember 2025.
Ia menjelaskan bahwa TKA tidak berfungsi sebagai penentu kelulusan peserta didik. Namun, hasil tes tersebut memiliki peran strategis sebagai salah satu indikator kesiapan akademik siswa. Terutama, saat mereka mendaftar ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi.
Sebelumnya, berdasarkan data Kemendikdasmen, sebanyak 108.600 peserta didik dari 1.439 sekolah mengikuti TKA mata pelajaran Matematika di Lampung. Tes tersebut menghasilkan nilai rata-rata sebesar 34,63. Sebanyak 50 persen siswa mencatat nilai kategori kurang, dan 33,5 persen kategori memadai. Sedangkan 15,5 persen kategori baik, dan hanya 1 persen kategori istimewa.
Pada mata pelajaran Bahasa Inggris, sebanyak 108.541 siswa dari 1.439 sekolah mengikuti TKA dengan nilai rata-rata 22,43. Sebanyak 39,8 persen siswa memperoleh nilai kategori kurang, 42,5 persen kategori memadai, 10,8 persen kategori baik, dan 6,8 persen kategori istimewa.
Sementara itu, capaian lebih baik muncul pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sebanyak 108.648 siswa mengikuti TKA dengan nilai rata-rata 53,81. Sebanyak 41,5 persen siswa meraih kategori baik, 39,9 persen kategori istimewa, 15 persen kategori memadai, dan hanya 3,6 persen kategori kurang.







