Jakarta (Lampost.co): Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) menuntut tindak lanjut segera melalui langkah perbaikan yang nyata. Langkah tersebut bertujuan membangun sistem pendidikan nasional yang mampu melahirkan generasi penerus bangsa dengan daya saing tinggi pada masa depan.
“Hasil TKA jenjang kelas XII SMA dan sederajat yang rilis akhir tahun lalu harus menjadi momentum bagi para pemangku kepentingan. Yakni untuk segera mengambil langkah perbaikan mendasar dan sistematis terhadap pola pendidikan nasional yang selama ini berjalan,” ujar Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin, 12 Januari 2026.
Rilis hasil TKA jenjang kelas XII SMA dan sederajat pada Jumat, 27 Desember 2025, secara umum menunjukkan capaian mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Namun, hasil nilai ketiga mata pelajaran tersebut sangat rendah.
Rekapitulasi hasil tiga mata pelajaran wajib dalam TKA yang melibatkan sekolah negeri dan swasta. Adapun secara nasional mencatat nilai rata-rata Bahasa Indonesia sebesar 55,38, Matematika 36,10, dan Bahasa Inggris 24,93.
Menurut Lestari, hasil TKA kelas XII SMA tidak hanya menggambarkan kondisi siswa SMA sederajat saat ini. Tetapi, juga mencerminkan cara satuan pendidikan menanamkan dasar-dasar numerasi dan literasi pada jenjang pendidikan sebelumnya.
Rerie, sapaan akrab Lestari, menegaskan bahwa upaya perbaikan untuk memperkuat keterampilan literasi dan numerasi peserta didik harus dimulai sejak dini.
Numerasi dan Literasi
Anggota Komisi X DPR tersebut menilai sekolah dapat memperkuat keterampilan numerasi dan literasi siswa melalui proses pembelajaran yang mengedepankan nalar kritis serta analisis permasalahan. Dengan demikian, siswa memahami keterampilan tersebut secara mendalam dan tidak sekadar mengandalkan hafalan.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu juga berharap para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah membangun kolaborasi yang kuat. Hal itu untuk bersama-sama segera mengevaluasi dan memperbaiki pola pendidikan serta pembelajaran yang berlangsung saat ini.
Rerie mendorong seluruh pihak terkait untuk menempatkan peningkatan keterampilan numerasi dan literasi peserta didik sebagai perhatian serius, sekaligus menjadikannya bagian penting dari proses pembangunan sumber daya manusia nasional yang lebih baik pada masa depan.








