• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Minggu, 25/01/2026 23:05
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Modal Alam Lampung Berpeluang Masuk Perdagangan Karbon

AtikaSilvia AgustinabyAtikaandSilvia Agustina
25/01/26 - 21:36
in Ekonomi dan Bisnis, Lampung
A A
Modal Alam Lampung Berpeluang Masuk Perdagangan Karbon

Bandar Lampung (Lampost.co) — Akademisi Universitas Lampung (Unila) Saring Suhendro menilai Lampung memiliki modal alam yang relatif kuat untuk masuk dalam skema perdagangan karbon.

Poin penting :
1. Lampung masuk jadi daerah yang cocok untuk Perdagangan karbon.
2. Pengelolaan harus serius dan masif guna memberikan jaminan kualitas baik di taman nasional.
3. Perdagangan karbon bisa jadi solusi baik baik taman nasional way kambas kedepan.

Keberadaan kawasan hutan, wilayah pesisir, serta ekosistem mangrove mampu menjadi aset penting yang relevan dengan agenda ekonomi hijau dan penurunan emisi.

Saring menyebut potensi tersebut membuka peluang bagi Lampung untuk terlibat dalam mekanisme pasar karbon.

Namun, peluang itu tidak bersifat otomatis dan membutuhkan pengelolaan yang serius serta terencana.

“Kalau terkait realistis atau tidak, jawabannya potensinya ada, tetapi tidak otomatis. Peluang pini hanya akan bermakna jika terkelola secara serius, bukan sekadar ikut tren,” ujarnya.

Baca juga : Nilai Ekonomi Karbon Perhutanan Sosial Lampung Dinilai Potensial

Ia menjelaskan, perdagangan karbon bekerja melalui mekanisme pasar yang memberikan insentif atas kinerja penurunan emisi.

Insentif tersebut dapat berasal dari pembatasan emisi sektor industri maupun proyek berbasis lahan.

Proyek berbasis lahan meliputi kegiatan konservasi dan restorasi ekosistem.

Skema ini menempatkan penurunan emisi sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan sepanjang memenuhi persyaratan tertentu.

Dalam konteks Lampung, ruang pengembangan perdagangan karbon terasa cukup terbuka.

Potensi tersebut antara lain terdapat pada rehabilitasi mangrove, pengelolaan hutan, serta penerapan praktik pengelolaan lahan berkelanjutan.

“Pendekatan pasar ini relatif lebih lentur dibandingkan pendekatan komando, karena memberi ruang inovasi bagi para pelaku,” jelas Saring.

Meski demikian, ia mengingatkan adanya prasyarat akademis yang tidak boleh diabaikan.

Dalam praktik internasional, unit karbon yang diperdagangkan bukan berasal dari hutan yang sudah ada, melainkan dari kinerja tambahan yang dapat terbukti secara ilmiah.

Karena itu, setiap skema perdagangan karbon harus awali dengan penetapan baseline yang jelas.

Selain itu, skema tersebut perlu guna melengkapi sistem monitoring, reporting, and verification (MRV) yang kredibel.

“Tanpa MRV yang kuat, unit karbon tidak sahih secara akademis dan berisiko hanya menjadi praktik greenwashing,” tegasnya.

Selain aspek teknis, legitimasi sosial juga menjadi faktor penting. Saring menilai masyarakat lokal selama ini memiliki peran besar dalam menjaga hutan dan kawasan pesisir Lampung.

Jika perdagangan karbon tidak memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat, potensi resistensi sosial dinilai tidak dapat dihindari.

Oleh karena itu, keterlibatan dan pengakuan terhadap peran masyarakat menjadi hal mendasar.

“Skema ini tidak boleh berlaku seolah menjadi satu-satunya jawaban. Ia baru masuk akal jika tata kelolanya jelas, hak masyarakat, dan selaras dengan arah pembangunan daerah,” jelasnya.

ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Pemkab Lampung Timur Apresiasi Perhatian Presiden Terhadap Konflik Manusia dan Gajah

Pemkab Lampung Timur Apresiasi Perhatian Presiden Terhadap Konflik Manusia dan Gajah

byRicky Marlyand1 others
25/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur menyampaikan apresiasi tinggi atas perhatian serius Presiden terhadap persoalan konflik antara...

Way Kambas Disiapkan Tanggul Permanen dan Kesejahteraan MMP Turut Didorong

Way Kambas Disiapkan Tanggul Permanen dan Kesejahteraan MMP Turut Didorong

byRicky Marlyand1 others
25/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah pusat dan daerah terus mematangkan penataan kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Langkah ini sebagai...

Pendanaan Karbon Jadi Alternatif Biaya Konservasi Hutan Lampung

Pendanaan Karbon Jadi Alternatif Biaya Konservasi Hutan Lampung

byAtikaand1 others
25/01/2026

silviBandar Lampung (Lampost.co) -- Pendanaan karbon berpotensi menjadi sumber pembiayaan alternatif untuk menjawab keterbatasan anggaran konservasi hutan Lampung. Poin penting...

Berita Terbaru

Pemkab Lampung Timur Apresiasi Perhatian Presiden Terhadap Konflik Manusia dan Gajah
Humaniora

Pemkab Lampung Timur Apresiasi Perhatian Presiden Terhadap Konflik Manusia dan Gajah

byRicky Marlyand1 others
25/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur menyampaikan apresiasi tinggi atas perhatian serius Presiden terhadap persoalan konflik antara...

Read moreDetails
Vaksinasi

Cegah Penularan Super Flu, Pemprov Sediakan Vaksinasi di Faskes

25/01/2026
Ilustrasi (MI)

Vaksinasi Rutin-Prokes Agar Terhindar dari Superflu

25/01/2026
Ilustrasi

Pakar Ungkap Superflu Sebagai Mutasi Virus H3N2

25/01/2026
Ilustrasi

Pemerintah Antisipasi Superflu-Lonjakan DBD

25/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.