Bandar Lampung (lampost.co)–Pemerintah Kabupaten Lampung Timur memastikan bahwa pembangunan jembatan permanen di Way Bungur akan menjadi standar baru infrastruktur yang aman dan kokoh. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampung Timur, Primadhiartha Ramadheni, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menempuh jalan pintas hanya demi merespons isu yang sedang viral.
Menurutnya, perubahan rencana dari jembatan gantung dengan lebar 1,2 meter menjadi struktur permanen selebar 7 meter menuntut loncatan spesifikasi teknis yang sangat drastis. Setiap elemen konstruksi harus memiliki landasan saintifik yang kuat agar jembatan tersebut mampu bertahan dalam hitungan dekade.
“Jembatan permanen adalah infrastruktur vital yang menyangkut keselamatan nyawa. Oleh karena itu, kami melakukan penyelidikan tanah secara serius. Tidak ada ruang untuk pengerjaan yang asal-asalan dalam proyek ini,” tegas Primadhiartha, Selasa, 10 Februari 2026.
Audit Geoteknik
Primadhiartha merinci bahwa tim ahli tengah membedah berbagai variabel tanah di lokasi Way Bungur yang memiliki karakteristik menantang. Pengujian mendalam seperti uji sondir menjadi kewajiban teknis untuk menentukan di kedalaman berapa meter lapisan tanah keras berada.
“Kita harus membedah daya dukung tanah, sudut geser, hingga nilai kohesinya. Ini adalah variabel yang rumit namun mutlak diperlukan. Kita harus tahu secara presisi karakteristik tanah di sana sebelum menanam fondasi,” jelasnya.
Meskipun pemerintah memahami urgensi mobilitas warga pasca-viralnya video siswa sekolah yang menyeberangi sungai, Dinas PUPR tetap berpegang pada prinsip profesionalisme. Kecepatan dalam melayani masyarakat harus selaras dengan ketepatan hasil akhir konstruksi.
“Kami berkomitmen memberikan solusi cepat, tetapi pelayanan yang cepat itu wajib dibarengi dengan hasil yang tepat secara teknis. Keamanan pengguna jalan adalah prioritas tertinggi kami,” imbuhnya.
Guna mempercepat realisasi jembatan permanen ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terus mengintensifkan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan jajaran TNI. Sinergi ini diharapkan dapat menyatukan berbagai sumber daya teknis sehingga tahap prakonstruksi dapat segera beralih ke tahap pembangunan fisik tanpa mengesampingkan satu pun prosedur keamanan yang berlaku.








