Jakarta (Lampost.co) – Enzy Storia resmi memulai debutnya sebagai co-host dalam ajang bergengsi Indonesian Idol. Kini, artis berusia 33 tahun tersebut mendampingi Robby Purba untuk memandu kompetisi menyanyi tersebut.
Poin Penting
- Debut Baru: Enzy Storia resmi bergabung dalam tim presenter Indonesian Idol 2026.
- Sikap Terbuka: Sang artis secara aktif meminta kritik dan saran langsung kepada netizen.
- Kritik Penonton: Sebagian pihak merasa gaya “heboh” Enzy tidak sesuai dengan format kompetisi.
- Dukungan Penggemar: Banyak pihak menilai Enzy berhasil menghidupkan suasana acara yang berdurasi panjang.
Enzy Storia Minta Kritik Lewat Media Sosial
Setelah menyelesaikan tugas pertamanya, Enzy langsung membuka ruang diskusi melalui akun Threads pribadinya. Ia tampak sangat rendah hati dalam meminta evaluasi terkait performanya di atas panggung megah itu.
Baca juga : Ammar Zoni Kirim Surat ke Presiden Prabowo, Minta Grasi dan Sebut Diri Aset Bangsa
“Ada yang nonton Indonesian Idol tadi malam?,” tulis Enzy di Threads pada Selasa dini hari, 10 Februari 2026.
Selain itu, ia berjanji akan menyimak semua masukan dari para penonton dengan teliti. Enzy ingin meningkatkan kualitas pembawaannya agar semakin selaras dengan konsep acara tersebut.
“Boleh ya kalo ada masukan teman teman. Aku akan baca satu persatu. Terima kasih,” lanjut Enzy.
Warganet Berdebat Soal Gaya Pembawaan Enzy
Meskipun begitu, kehadiran Enzy memicu reaksi yang sangat beragam dari kalangan warganet. Sebagian penonton menilai karakter Enzy yang sangat enerjik justru kurang cocok untuk kompetisi serius.
“Njiii punteun. Energi dan behave kamu kurang cocok untuk Idol. Bukan berarti jelek, cuma nggak cocok aja. Karena terbiasa liat kamu bawain acara yg heboh, rame, dan cewawaan, terus sekarang bawain kompetisi yg cukup serius, jadinya ada kesan berisik,” tulis akun @edwardbing.
Namun demikian, banyak pula penggemar yang membela kehadiran sang aktris blasteran Polandia tersebut. Mereka merasa karakter ceria Enzy mampu mengusir rasa kantuk selama acara berlangsung hingga dini hari.
“Baru pertama-tama pasti ada mistake, tapi dengan adanya co-host atau Enzy malah jadi lebih hidup,” tulis akun @don_yudi.
Seorang warganet lain juga menekankan pentingnya peran co-host untuk meramaikan suasana studio. Ia menganggap kehadiran Enzy memberikan warna baru agar penonton tidak merasa bosan.
“Gue gak setuju sama statement yang bilang Enzy annoying atau berisik karena konsepnya ada co-host itu untuk lebih menghidupkan dan meramaikan suasana. Bayangin acara start jam 21:00 selesai event jam 01:00 lebih. Kalo host-nya terlalu serius juga boring atau ngantuk. Tetap semangat Enzy bisa lebih baik ke depan,” pungkasnya.








