Bandar Lampung (Lampost.co) — Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung Electronics, tengah merancang perubahan penting pada lini ponsel lipat premiumnya. Bocoran terbaru menyebut generasi berikutnya dari Samsung Galaxy Z Fold akan hadir dengan format layar yang lebih lebar.
Informasi itu pertama kali ramai setelah laporan industri mengulas kemungkinan perubahan rasio aspek tersebut. Samsung rencananya ingin meningkatkan kenyamanan pengguna saat memakai layar luar.
Jika kabar itu akurat, langkah tersebut akan menjadi evolusi desain paling menonjol dalam beberapa tahun terakhir.
Pengalaman Lebih Natural
Mengatasi Keluhan Pengguna Soal Rasio Sempit
Selama beberapa generasi, Galaxy Z Fold identik dengan layar luar yang ramping dan memanjang. Desain itu memang mendukung struktur lipatan vertikal. Namun, banyak pengguna merasa format tersebut kurang nyaman untuk mengetik cepat atau mengoperasikan ponsel dengan satu tangan.
Dengan rasio yang lebih lebar, perangkat akan terasa lebih natural saat dalam kondisi tertutup. Aktivitas ringan seperti membalas pesan, membuka media sosial, hingga membaca email singkat bisa terasa lebih praktis.
Perubahan itu juga memungkinkan tampilan aplikasi lebih proporsional tanpa harus membuka layar utama.
Dampak pada Dimensi dan Ergonomi
Rasio baru tentu memengaruhi ukuran keseluruhan perangkat saat terlipat. Bodinya kemungkinan sedikit lebih lebar, namun tetap mempertahankan profil tipis khas seri Fold.
Samsung harus menyesuaikan desain engsel dan panel internal agar keseimbangan ergonomi tetap terjaga. Perusahaan juga perlu memastikan daya tahan perangkat tidak terganggu.
Jika perhitungan desain berjalan tepat, pengguna akan mendapatkan perangkat yang lebih nyaman tanpa kehilangan karakter lipatnya.
Pengaruh Terhadap Layar Utama Saat Dibuka
Selama ini, layar utama Galaxy Z Fold mengusung format mendekati persegi. Format tersebut mendukung multitasking dan konsumsi konten dalam layar besar.
Ketika Samsung mengubah rasio layar luar, perusahaan harus menyesuaikan proporsi layar bagian dalam. Penyesuaian itu menuntut rekayasa ulang pada struktur engsel dan panel fleksibel.
Samsung berpengalaman mengembangkan teknologi Ultra Thin Glass dan sistem engsel yang semakin kuat. Untuk itu, banyak pengamat menilai perusahaan mampu melakukan transisi desain tanpa mengorbankan kualitas.
Respons terhadap Persaingan Pasar Foldable
Kompetitor Tawarkan Form Factor Lebih Proporsional
Pasar ponsel lipat kini semakin kompetitif. Sejumlah produsen asal Tiongkok menghadirkan perangkat dengan layar luar yang lebih menyerupai smartphone konvensional saat terlipat.
Strategi tersebut menarik minat konsumen yang ingin fleksibilitas layar besar tanpa kompromi pada penggunaan harian. Desain yang lebih proporsional membuat perangkat terasa familiar sejak pertama kali digenggam.
Samsung tampaknya membaca dinamika itu dengan serius. Perubahan rasio layar bisa menjadi cara untuk mempertahankan dominasi di segmen foldable premium.
Evolusi Sejak Generasi Pertama
Sejak memperkenalkan Galaxy Fold pada 2019, Samsung terus menyempurnakan teknologi lipatnya. Perusahaan meningkatkan kualitas engsel, memperkuat lapisan layar, dan mengoptimalkan antarmuka berbasis One UI.
Meski begitu, layar luar yang sempit sering muncul sebagai catatan dalam berbagai ulasan. Kini, Samsung berpeluang menjawab kritik tersebut melalui pendekatan desain yang lebih adaptif.
Masih Tahap Bocoran, Belum Ada Konfirmasi Resmi
Hingga saat ini, Samsung belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait perubahan rasio aspek tersebut. Informasi yang beredar masih bersumber dari bocoran industri.
Belum ada kepastian mengenai nama komersial perangkat maupun jadwal peluncurannya. Publik masih menunggu pengumuman resmi dari Samsung dalam beberapa bulan mendatang.
Jika perubahan itu benar terealisasi, Galaxy Z Fold generasi baru akan tampil dengan identitas yang lebih matang. Fokus pada kenyamanan layar luar menunjukkan Samsung tidak hanya mengejar inovasi teknologi, tetapi juga pengalaman pengguna.
Ke depan, arah desain itu akan menjadi penentu posisi Samsung di pasar foldable global. Dalam kompetisi yang semakin ketat, detail seperti rasio layar bisa menjadi pembeda utama.






