Bandar Lampung (Lampost.co) — Industri game global kembali diguncang kabar mega-transaksi di awal tahun 2026. Raksasa teknologi asal Tiongkok, ByteDance, dilaporkan tengah berada dalam tahap negosiasi akhir untuk menjual Shanghai Moonton Technology—studio di balik fenomena game Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Studio ini akan dijual kepada perusahaan investasi asal Arab Saudi, Savvy Games Group.
Nilai Akuisisi Fantastis: Tembus 7 Miliar Dolar AS
Berdasarkan laporan Reuters per pertengahan Februari 2026, nilai transaksi ini diperkirakan mencapai angka 6 hingga 7 miliar dolar AS atau setara dengan lebih dari Rp110 triliun. Selain itu, angka ini menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan saat ByteDance mengakuisisi Moonton pada 2021 lalu. Pada waktu itu, nilainya senilai 4 miliar dolar AS.
Sumber internal yang mengetahui proses tersebut menyatakan bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan awal mengenai kerangka utama transaksi. Penandatanganan resmi diprediksi akan rampung sebelum akhir kuartal pertama tahun 2026.
Sinyal Mundur ByteDance dari Dunia Gaming
Langkah penjualan ini menjadi bukti terkuat mundurnya ByteDance dari ambisi besarnya di sektor hardcore gaming. Setelah melakukan restrukturisasi besar-besaran pada divisi Nuverse di akhir 2023 dan sepanjang 2024, perusahaan induk TikTok ini kini lebih memilih fokus pada inti bisnis mereka. Mereka terutama fokus pada video pendek, e-commerce, dan pengembangan kecerdasan buatan (generative AI).
Penjualan Moonton dianggap sebagai strategi “cuci gudang” aset non-inti untuk memperkuat likuiditas perusahaan. Hal ini terjadi di tengah persaingan ketat teknologi AI global di tahun 2026.
Dominasi Arab Saudi: Savvy Games Group Kian Tak Terbendung
Di sisi lain, bagi Savvy Games Group yang dimiliki oleh Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi, akuisisi Moonton akan menjadi permata baru dalam portofolio mereka. Setelah sebelumnya sukses mengakuisisi Scopely dan baru saja menyelesaikan proses privatisasi Electronic Arts (EA) senilai 55 miliar dolar AS, masuknya Mobile Legends akan memberikan kendali penuh bagi Arab Saudi. Mereka akan mengendalikan salah satu judul esports seluler terbesar di dunia.
Langkah ini selaras dengan Visi 2030 Arab Saudi untuk menjadikan kerajaan tersebut sebagai hub global utama bagi industri game dan esports.
Apa Dampaknya Bagi Pemain Mobile Legends?
Bagi jutaan pemain Mobile Legends: Bang Bang, terutama di Asia Tenggara, transisi kepemilikan ini menimbulkan beragam spekulasi. Namun, para analis industri memprediksi bahwa operasional game tidak akan mengalami gangguan berarti. Savvy Games Group cenderung memberikan keleluasaan bagi studio yang mereka akuisisi untuk tetap beroperasi secara mandiri. Meskipun demikian, mereka memberikan dukungan pendanaan yang jauh lebih masif untuk ekspansi pasar ke wilayah Timur Tengah dan Barat.
Hingga artikel ini terbit, pihak ByteDance, Moonton, maupun Savvy Games Group masih enggan memberikan komentar resmi. Namun, pergerakan di lantai bursa dan laporan dari berbagai sumber kredibel menunjukkan bahwa pengumuman resmi hanya tinggal menunggu waktu dalam beberapa minggu ke depan.
Fakta Kunci Penjualan Moonton 2026:
– Penjual: ByteDance (Induk TikTok)
– Pembeli: Savvy Games Group (PIF Arab Saudi)
– Estimasi Nilai: 6 – 7 Miliar Dolar AS
– Target Rampung: Kuartal I 2026
– Status Game: Mobile Legends tetap beroperasi normal dengan potensi ekspansi global lebih besar






