Istanbul (Lampost.co)—Atmosfer neraka di RAMS Park benar-benar melumpuhkan Juventus. Dalam laga leg pertama babak play-off knockout Liga Champions 2025/2026 yang berlangsung Rabu (17/2/2026) dini hari WIB, tuan rumah Galatasaray sukses melumat raksasa Italia, Juventus, dengan skor mencolok 5-2.
Kemenangan besar tim asuhan Okan Buruk ini menjadi modal berharga sebelum mereka bertandang ke Turin pekan depan. Sebaliknya, bagi Juventus, hasil ini menjadi pukulan telak mengingat mereka harus kehilangan dua pemain kunci akibat cedera di tengah pertandingan.
Hujan Gol di Babak Pertama
Laga dimulai dengan tempo sangat tinggi. Galatasaray langsung unggul pada menit ke-15 melalui aksi gelandang Brasil, Gabriel Sara, yang memanfaatkan kesalahan koordinasi di lini belakang Bianconeri. Namun, Juventus sempat menunjukkan kelasnya dengan membalas lewat dua gol Teun Koopmeiners pada menit ke-22 dan ke-32. Keunggulan 2-1 untuk Juventus bertahan hingga turun minum.
Baca juga: Juventus akan redam agresivitas Galatasaray
Bencana Juventus di Babak Kedua
Petaka bagi skuad asuhan Luciano Spalletti terjadi di awal babak kedua. Bek andalan Gleison Bremer dan Andrea Cambiaso terpaksa ditarik keluar karena cedera otot. Kehilangan pilar pertahanan ini bisa Cimbom manfaatkan habis-habisan.
Noa Lang, bintang asal Belanda yang baru datang dengan status pinjaman, menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-55. Lima menit berselang, Davinson Sanchez membawa Galatasaray kembali unggul 3-2 melalui sundulan maut memanfaatkan skema tendangan sudut.
Situasi makin memburuk bagi Si Nyonya Tua ketika Juan Cabal menerima kartu kuning kedua pada menit ke-70. Bermain dengan 10 orang, Juventus kehilangan kendali. Noa Lang mencetak gol keduanya pada menit ke-75, sebelum bek sayap Sacha Boey menutup pesta gol di Istanbul pada menit ke-82.
Eksperimen False Nine Gagal
Tanpa Dusan Vlahovic yang cedera, Spalletti mencoba bereksperimen dengan menempatkan Weston McKennie sebagai false nine. Meski sempat efektif di babak pertama, strategi ini macet total di babak kedua setelah aliran bola dari lini tengah terputus karena pressing ketat Lucas Torreira dkk.
Di sisi lain, kehadiran Victor Osimhen di lini depan Galatasaray, meskipun tidak mencetak gol kali ini, berhasil menarik perhatian dua hingga tiga bek lawan. Hal itu memberikan ruang bebas bagi Noa Lang dan Gabriel Sara untuk merangsek ke kotak penalti.
Misi Mustahil di Turin
Dengan defisit tiga gol, Juventus menghadapi misi hampir mustahil pada leg kedua di Allianz Stadium pada 25 Februari 2026 mendatang. Mereka wajib menang minimal dengan selisih empat gol untuk lolos langsung ke babak 16 besar atau tiga gol untuk memaksakan perpanjangan waktu.
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, dalam konferensi pers pascalaga menyatakan kekecewaannya. “Ini malam yang sangat buruk bagi kami. Kehilangan Bremer dan Cambiaso di saat bersamaan merusak semua rencana taktis. Namun, kami belum menyerah. Masih ada 90 menit di Turin,” ujarnya.
Susunan Pemain
Galatasaray (4-2-3-1): Muslera; Boey, Davinson Sanchez, Nelsson, Jakobs; Torreira, Gabriel Sara; Noa Lang, Mertens, Baris Alper Yilmaz; Victor Osimhen.
Juventus (4-3-3): Di Gregorio; Cambiaso, Bremer, Kalulu, Kelly; Locatelli, Thuram, Koopmeiners; Yildiz, McKennie, Weah.







