Bandar Lampung (Lampost.co) — Memasuki Februari 2026, Mojang Studios melakukan langkah teknis paling berani sepanjang sejarah 17 tahun pengembangan Minecraft Java Edition. Dalam pengumuman resminya, pengembang asal Swedia tersebut mengonfirmasi akan meninggalkan API grafis OpenGL yang sudah usang dan bermigrasi sepenuhnya ke Vulkan API. Langkah ini diambil sebagai fondasi utama untuk menghadirkan pembaruan grafis ambisius bertajuk ‘Vibrant Visuals’ ke versi Java.
Mengapa Vulkan? Efisiensi Multi-Threading Menjadi Kunci
Selama bertahun-tahun, Minecraft Java Edition sangat bergantung pada performa single-core CPU karena keterbatasan teknis OpenGL. Dengan beralih ke Vulkan API di tahun 2026, game ini kini mampu mendistribusikan beban rendering secara merata ke seluruh core prosesor (multi-threaded rendering).
Dampaknya sangat signifikan bagi stabilitas frame rate (FPS). Penurunan overhead pada CPU memberikan ruang lebih bagi sistem untuk memproses entitas yang kompleks dan regenerasi dunia yang lebih cepat, tanpa membebani kartu grafis secara berlebihan. Hal ini menjadi berita baik bagi pemain dengan spesifikasi PC menengah yang sering mengalami stuttering di versi sebelumnya.
Vibrant Visuals: Membawa Estetika Modern ke Java
Migrasi ini bukan sekadar soal angka FPS. Dukungan Vulkan memungkinkan fitur ‘Vibrant Visuals’—yang sebelumnya eksklusif untuk Bedrock Edition—akhirnya hadir di Java Edition secara native. Fitur ini mencakup sistem pencahayaan yang lebih dinamis. Bayangan matahari searah yang presisi, serta refleksi air yang jauh lebih realistis tanpa memerlukan modifikasi pihak ketiga seperti OptiFine atau Iris.
Selain itu, langkah ini merupakan strategi penyelamatan untuk pengguna macOS. Mengingat Apple mulai menghentikan dukungan OpenGL pada perangkat terbaru mereka, penggunaan Vulkan (melalui lapisan kompatibilitas MoltenVK) memastikan Minecraft tetap bisa dimainkan di perangkat Mac dengan performa optimal di tahun-tahun mendatang.
Tantangan Besar Bagi Komunitas Modding
Meskipun membawa angin segar bagi pemain umum, transisi ini menjadi tantangan berat bagi para kreator mod. Sebagian besar mod grafis dan teknis di Java Edition dibangun di atas arsitektur OpenGL. Mojang telah memperingatkan bahwa pembaruan besar ini akan memerlukan upaya porting yang lebih intensif dibandingkan update rutin tahunan.
Untuk meminimalisir kendala, Mojang akan merilis dukungan Vulkan secara bertahap melalui versi snapshot mulai musim panas 2026. Selama periode pengujian tersebut, pemain diberikan opsi untuk beralih (toggle). Antara OpenGL dan Vulkan guna memberikan umpan balik terkait stabilitas driver pada berbagai jenis perangkat keras.
Timeline dan Persyaratan Sistem 2026
Pihak pengembang menegaskan bahwa mayoritas GPU keluaran 10 tahun terakhir sudah mendukung Vulkan. Meski begitu, persyaratan sistem minimum Minecraft Java akan mengalami pembaruan. Bagi pemain yang masih menggunakan perangkat keras sangat tua (pre-2016), transisi ini mungkin memerlukan pembaruan komponen agar tetap dapat menikmati petualangan di dunia kotak-kotak ini secara lancar.








