Bandar Lampung (lampost.co)–Menjelang arus mudik Lebaran 2026, calon penumpang mulai menyuarakan desakan agar pemerintah memberikan jaminan keamanan ekstra terhadap armada bus jarak jauh. Aspek keselamatan menjadi harga mati bagi warga yang akan melakukan perjalanan di tengah tingginya mobilitas musim mudik tahun ini.
Rina (34), warga Bandar Lampung yang rutin menggunakan bus untuk pulang kampung, menekankan bahwa kepercayaan masyarakat harus dibalas dengan kepastian standar teknis kendaraan.
“Kami ingin perjalanan aman. Jangan sampai ada bus dengan rem bermasalah atau ban gundul yang tetap dipaksakan beroperasi hanya demi mengejar setoran mudik,” tegas Rina, Minggu, 22 Februari 2026.
Pemeriksaan Menyeluruh
Senada dengan Rina, Andi (41), seorang pekerja swasta tujuan Palembang, meminta pemerintah tidak hanya terpaku pada fisik kendaraan. Menurutnya, faktor manusia (human error) merupakan variabel krusial yang harus diawasi ketat.
Aspirasi masyarakat mencakup tiga poin utama pemeriksaan:
-
Aspek Teknis: Fungsi pengereman, lampu, sabuk pengaman, dan ketersediaan APAR.
-
Kesehatan Sopir: Memastikan pengemudi dalam kondisi bugar dan bebas dari kelelahan ekstrem.
-
Kelengkapan Administrasi: Validitas buku KIR dan izin trayek yang sah.
“Bukan hanya busnya, sopirnya juga harus dicek. Sopir yang kelelahan sangat berbahaya bagi nyawa puluhan penumpang,” kata Andi.






