Bandar Lampung (Lampost.co) — Pelaksanaan program pesantren kilat sekolah selama bulan Ramadhan mendapat apresiasi dari Pengamat Pendidikan, Undang Rosidin.
Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum strategis dalam membangun karakter dan memperkuat nilai spiritual siswa.
Menurut Undang, lingkungan sekolah memiliki peran besar dalam membentuk kepribadian peserta, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga moral dan etika.
Karena itu, pesantren kilat menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan secara lebih intensif.
“Pesantren kilat sekolah itu sangat bagus dan penting. Ini bukan hanya soal memperdalam pengetahuan agama, tetapi juga membangun kebiasaan baik dan karakter siswa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalamn tantangan era digital dan pergaulan remaja yang semakin kompleks, penguatan nilai akidah, ibadah, dan akhlak menjadi kebutuhan mendesak.
Kegiatan seperti pesantren kilat mampu menjadi ruang refleksi bagi siswa untuk memahami tanggung jawab, serta empati terhadap sesama.
Undang juga menekankan pentingnya pendekatan yang relevan dengan dunia remaja saat ini.
Materi yang tersampaikan, perlu terkemas secara interaktif dan kontekstual agar mudah siswa terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau dengan metode yang menarik dan sesuai perkembangan zaman, siswa akan lebih antusias. Nilai-nilai yang tertanam pun bisa lebih membekas,” jelasnya.
Ia berharap sekolah tidak hanya menjadikan pesantren kilat sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar sebagai bagian dari proses pendidikan karakter yang berkelanjutan.
Dengan demikian, siswa tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki pondasi moral dan spiritual yang kuat.
“Pendidikan itu bukan hanya soal nilai rapor, tetapi bagaimana membentuk manusia yang berakhlak dan berintegritas. Pesantren kilat adalah salah satu langkah konkret ke arah itu,” pungkasnya.








