Bandar Lampung (Lampost.co) — Pelaksanaan kegiatan pesantren kilat pada sejumlah SMA dan SMK selama bulan Ramadhan menuai respons positif dari para orang tua siswa.
Program oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung itu menjadi langkah tepat dalam memperkuat pendidikan karakter sekaligus menanamkan nilai keagamaan.
Sejumlah orang tua mengaku merasa lebih tenang karena anak-anak mereka mendapatkan pembinaan spiritual pada lingkungan sekolah yang terarah dan terstruktur.
Menurut mereka, kegiatan tersebut membantu membangun kebiasaan baik, seperti menjalankan ibadah, menjaga sikap, serta meningkatkan rasa tanggung jawab.
“Saya sangat mendukung adanya pesantren kilat ini. Saat kesibukan dan pengaruh pergaulan sekarang, anak-anak memang perlu pembinaan agama yang lebih intensif,” ujar salah satu wali murid kelas 10, Sutianingsih.
Orang tua lainnya menilai kegiatan tersebut tidak hanya berdampak pada aspek religius, tetapi juga pada pembentukan kepribadian.
Materi tentang akhlak, etika pergaulan, hingga kesehatan mental dianggap relevan dengan kondisi remaja saat ini.
Menurut mereka, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menuntut ilmu akademik, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter.
Pesantren kilat pun menjadi momen penting untuk menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan spiritual siswa.
“Anak jadi lebih terarah selama Ramadhan. Waktu mereka terisi dengan kegiatan yang bermanfaat, bukan hanya bermain gawai saja,” tambah wali murid lainnya, Asep.
Para orang tua berharap kegiatan serupa tidak hanya berlangsung saat Ramadhan, tetapi juga diintegrasikan dalam program pembinaan rutin sekolah.
Dengan dukungan keluarga dan sekolah, mereka optimistis generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak baik dan siap menghadapi tantangan masa depan.








