Bandar Lampung (Lampost.co) — Kementerian Haji dan Umrah RI mengimbau calon jamaah umrah yang akan berangkat ke Tanah Suci dalam waktu dekat untuk menunda perjalanan mereka.
Imbauan ini menyusul adanya dinamika keamanan kawasan Timur Tengah yang semakin meningkat dan tidak menentu.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan langkah tersebut merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam melindungi keselamatan warga negara Indonesia.
“Dengan mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang terus berkembang dan eskalasi yang semakin tinggi, kami mengimbau jamaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Dahnil dalam siaran rilis.
Baca juga : Kementerian Haji dan Umrah Lampung Timur Agendakan Pembekalan CJH
Pemerintah meminta jamaah umrah serta keluarga Indonesia agar tetap tenang dan tidak terpancing kepanikan.
Pemerintah memastikan situasi terus terpantau secara intensif.
Koordinasi juga terus berjalan dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
“Koordinasi untuk memastikan jamaah yang terdampak penundaan kepulangan mendapatkan penanganan yang layak,” kata dia.
Masyarakat juga pihaknya imbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Pemerintah meminta publik hanya merujuk pada sumber resmi guna menghindari simpang siur kabar yang dapat memicu keresahan.
Terkait penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah, pemerintah memastikan hingga saat ini belum ada dampak terhadap tahapan persiapan yang sedang berjalan.
Seluruh proses perencanaan dan koordinasi tetap terlaksana sesuai jadwal.
“Kami berharap situasi segera kembali kondusif. Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah-langkah demi keselamatan serta kenyamanan jamaah,” tutup Dahnil.








