Bandar Lampung (lampost.co)–Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, harga komoditas perikanan di Pasar Bumi Daya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, terpantau mengalami tren kenaikan tajam. Dari berbagai komoditas yang tersedia, ikan tongkol dan ikan layang mencatatkan kenaikan tertinggi hingga menyamai harga daging ayam.
Saat ini, harga ikan tongkol dan layang telah menyentuh angka Rp40.000 per kilogram. Nilai ini naik drastis ketimbang harga pada hari biasa yang umumnya hanya berkisar di angka Rp28.000 per kilogram.
Aji, salah satu pedagang ikan di Pasar Bumi Daya, menyebutkan bahwa kenaikan ini merupakan fenomena musiman yang terpicu oleh lonjakan permintaan konsumen di tengah ketersediaan stok yang tetap.
“Sekarang tongkol dan layang yang paling tinggi, sekitar Rp40 ribu. Biasanya memang naik kalau mendekati Lebaran karena pembelinya meningkat drastis,” ungkap Aji, Selasa, 10 Maret 2026.
Antusiasme Konsumen
Menariknya, meskipun harga ikan meroket hingga setara dengan harga ayam di wilayah yang sama, minat masyarakat untuk mengonsumsi ikan tidak menurun. Ikan tetap menjadi pilihan utama lauk pauk karena variasi olahan dan cita rasanya yang khas.
Amallia, salah seorang pembeli, mengaku tidak beralih ke komoditas lain meski harga ikan sedang mahal. “Walaupun harganya naik setara dengan ayam, tetap kami beli. Anak-anak biasanya lebih semangat buka puasa kalau menunya ikan, terutama tongkol atau layang yang bumbunya meresap,” jelasnya.
Para pedagang memperkirakan tren harga tinggi ini masih akan bertahan, bahkan berpotensi kembali meningkat tipis hingga H-1 Idulfitri. Hal ini sejalan dengan tradisi masyarakat Lampung yang sering menyajikan menu olahan ikan sebagai alternatif hidangan berat selain daging sapi dan ayam saat perayaan hari raya. (Magang/Intan)








