Kotaagung (lampost.co)–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus mengambil langkah preventif guna menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi menjelang puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah. Fokus utama mitigasi diarahkan pada pengamanan jalur transportasi dan keselamatan jiwa para pemudik.
Sebagai bentuk kewaspadaan, tim BPBD melakukan pemasangan banner imbauan di berbagai lokasi strategis, terutama di sepanjang Jalan Lintas Barat (Jalinbar). Wilayah ini menjadi perhatian khusus karena memiliki kerawanan tinggi terhadap tanah longsor, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Dalam media sosialisasi tersebut, masyarakat diingatkan untuk mewaspadai empat ancaman utama:
-
Bencana Tanah: Potensi longsor di area perbukitan.
-
Bencana Air: Ancaman banjir dan genangan pada titik rendah.
-
Cuaca Ekstrem: Angin kencang serta curah hujan tinggi yang tidak menentu.
-
Layanan Cepat: Penyertaan nomor darurat (hotline) untuk respons kilat di lapangan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanggamus, Hendarman Wahid, menyatakan bahwa curah hujan selama bulan Ramadan pada Maret 2026 ini berada pada kategori tinggi. Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari seluruh pengguna jalan.
“Kami memasang peringatan ini sebagai bentuk edukasi sekaligus proteksi dini bagi masyarakat. Keselamatan jiwa dan harta benda harus menjadi prioritas di tengah cuaca yang sulit terprediksi,” ujar Hendarman, Kamis, 19 Maret 2026.
Monitoring dan Siaga Personel
Selain langkah visual melalui banner, BPBD juga mengerahkan personel untuk melakukan pemantauan rutin di jalur-jalur mudik. Tim reaksi cepat siaga untuk memonitor titik-titik kritis secara berkala guna memastikan arus lalu lintas tetap berjalan tanpa gangguan bencana alam.
Hendarman menegaskan bahwa kesadaran mandiri dari masyarakat untuk tetap waspada adalah kunci utama dalam meminimalisir risiko. Melalui sinergi antara kesiapsiagaan petugas dan kehati-hatian pemudik, perjalanan menuju kampung halaman dapat berlangsung aman meskipun di bawah ancaman cuaca ekstrem.








