Bandar Lampung (Lampost.co) — Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu Indonesia Lampung mulai memetakan kekuatan jangka panjang. Apalagi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032. Provinsi Lampung akan menjadi tuan rumah.
Apalagi melihat keberhasilan atlet junior meraih medali pada kejuaraan dunia tahun ini menjadi sinyal positif pembinaan atlet sejak dini. Ketua Umum Wushu Lampung, Indra Halim mengatakan prestasi Terfi Meisya di Tianjin, Tiongkok harus menjadi pemacu adrenalin bagi atlet-atlet muda lainnya.
Menurutnya, konsistensi dalam berlatih adalah kunci agar kejayaan Wushu Lampung tetap terjaga hingga satu dekade ke depan.
“Tahun 2032 Lampung menjadi tuan rumah PON. Kami berharap atlet-atlet kategori anak-anak saat ini sudah masuk ke level junior atau senior pada saat itu. Prestasi internasional ini membuktikan bahwa kita punya potensi besar. Apalagi untuk menjadi penyumbang medali bagi Lampung di rumah sendiri,” katanya, Sabtu, 28 Maret 2026.
Kemudian ia menambahkan, sinergi antara kerja keras atlet pada sasana dengan dukungan penuh dari pelatih dan orang tua menjadi fondasi utama.
Sementara itu, Terfi Meisya saat ini masih duduk pada bangku sekolah dasar. Ini merupakan salah satu contoh hasil didikan Sasana Xiao Yao Lampung di bawah arahan pelatih Ardyan Mahaddi yang mampu bersaing dengan 78 negara.
PB Wushu Indonesia sendiri mengirimkan total 24 atlet terbaik pada Kejuaraan Dunia Junior 2026, yang terdiri dari disiplin Taolu dan Sanda. Dari daftar tersebut, Terfi Meisya menjadi representasi tunggal dari Bumi Ruwa Jurai yang berhasil menembus ketatnya persaingan kategori Junior C.








