Bandar Lampung (lampost.co)–Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Lampung mempersiapkan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian organisasi melalui ekspansi ke sektor perhotelan. Inisiatif ini merupakan bagian dari visi besar “Dakwah Ekonomi” untuk mendukung gerakan sosial dan keagamaan di wilayah Lampung.
Ketua PWM Lampung, Prof. Sudarman, mengungkapkan rencana tersebut dalam momen Silaturahim Syawal 1447 Hijriah yang berlangsung di Gedung Dakwah PWM Lampung, Minggu, 29 Maret 2026. Saat ini, fokus utama adalah pemanfaatan lahan hibah di Jalan Sisingamangaraja, Bandar Lampung.
“Aset Muhammadiyah dan Aisyiyah di Lampung terus mengalami pertumbuhan yang signifikan. Kami berencana membangun Hotel Muhammadiyah di Jalan Sisingamangaraja, dan saat ini proses administrasi balik nama dari hibah warga sedang berjalan,” jelas Prof. Sudarman.
Muhammadiyah menegaskan bahwa dakwah tidak hanya terbatas pada ceramah lisan. Tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata di bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan ekonomi. Konsep ini dikenal sebagai manifestasi Islam Berkemajuan.
Selain rencana perhotelan, Muhammadiyah Lampung telah mencatatkan capaian luar biasa di bidang pendidikan agama yakni pengembangan kader. Memiliki sekitar 29 Pondok Pesantren yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Lampung.
Kemudian, kader tarjih. Santri di berbagai pondok tersebut dipersiapkan secara intensif untuk menjadi ulama dan kader pemikir hukum Islam (Tarjih) di masa depan.
Adaptasi Islam
Ketua LPHU Pimpinan Pusat Muhammadiyah, M. Ziyad, menekankan bahwa kekuatan Islam terletak pada kemampuannya beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan budaya. Tanpa mengesampingkan prinsip akidah.
“Islam harus dengan cara yang sejuk dan inklusif. Pendekatan muamalah yang fleksibel memungkinkan ajaran Al-Qur’an dan Sunnah tetap fungsional dalam menjawab tantangan zaman yang dinamis,” tuturnya.
Melalui integrasi antara penguatan karakter santri di puluhan pesantren dan pengembangan lini bisnis perhotelan, PWM Lampung optimistis dapat menciptakan ekosistem dakwah yang mandiri secara finansial dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.








