IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN IKLAN - SCROLL UNTUK MELANJUTKAN
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 07/04/2026 11:50
Jendela Informasi Lampung
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

Menkeu Purbaya Ungkap Penyebab APBN Jebol Rp240,1 Triliun Awal 2026

EffranbyEffran
07/04/26 - 08:15
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (ANT)

Jakarta (Lampost.co) — Kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kembali menjadi sorotan. Pemerintah mencatat defisit mencapai Rp240,1 triliun hingga akhir Maret 2026. Angka itu langsung memicu perhatian publik karena terjadi di awal tahun anggaran.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan defisit tersebut setara 0,93 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ia menegaskan kondisi itu bukan sesuatu yang mengejutkan.

“Ketika ada defisit, masyarakat jangan kaget, memang anggaran kita didesain defisit,” ujar Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI di Senayan, Jakarta, Senin (6/4).

Menurutnya, pemerintah memang merancang APBN dengan skema defisit untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan.

Belanja Negara Melonjak Tajam

Salah satu penyebab utama defisit berasal dari lonjakan belanja negara. Hingga Maret 2026, total belanja mencapai Rp815 triliun.

Angka itu meningkat 31,4 persen daripada periode yang sama tahun sebelumnya. Belanja pemerintah pusat menjadi komponen terbesar dengan nilai Rp610,3 triliun.

Rincian Belanja Pemerintah

Belanja kementerian dan lembaga tercatat sebesar Rp281,2 triliun. Sementara itu, belanja non kementerian dan lembaga mencapai Rp329,1 triliun.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan transfer ke daerah Rp204,8 triliun. Lonjakan belanja itu menunjukkan pemerintah aktif menjalankan program kerja sejak awal tahun.

Pendapatan Negara Tumbuh, Tapi Belum Cukup

Di sisi lain, pendapatan negara juga mengalami kenaikan. Hingga Maret 2026, pendapatan tercatat Rp574,9 triliun.

Angka itu tumbuh 10,5 persen secara tahunan. Namun, jumlah tersebut masih lebih rendah daripada belanja negara.

Sumber Pendapatan Negara

Penerimaan perpajakan menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp462,7 triliun. Penerimaan pajak mencapai Rp394,8 triliun. Sementara itu, kepabeanan dan cukai menyumbang Rp67,9 triliun.

Selain pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp112,1 triliun. Pemerintah juga mencatat penerimaan hibah Rp100 miliar.

Pemerintah Pastikan APBN Tetap Terkendali

Purbaya menegaskan pemerintah akan terus memantau kondisi APBN sepanjang tahun. Ia memastikan pengelolaan anggaran tetap dilakukan secara hati-hati.

Strategi tersebut membuat pemerintah berharap defisit tetap berada dalam batas aman. “Kami monitor terus selama setahun akan seperti apa pendapatannya dan belanjanya. Jadi kita berhati-hati dalam hal ini,” ujarnya.

Outlook APBN 2026 dan Tantangan ke Depan

Ke depan, pemerintah menghadapi tantangan menjaga keseimbangan antara belanja dan pendapatan. Di satu sisi, belanja tinggi butuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, di sisi lain pendapatan harus terus ditingkatkan.

Kondisi global yang tidak pasti juga menjadi faktor penting dalam menentukan arah APBN 2026. Jika terkelola dengan tepat, defisit itu dapat menjadi alat untuk mempercepat pembangunan nasional.

Tags: APBN defisit 2026belanja negara 2026defisit Rp240 triliunekonomi Indonesia 2026pendapatan negara Maret 2026penyebab APBN tekorPurbaya Yudhi Sadewa
ShareSendShareTweet

Berita Lainnya

BBM nonsubsidi. (Dok. Lampost.co)

Harga BBM Mau Naik? Bahlil Bocorkan Jenis yang Berpotensi Terdampak

byEffran
07/04/2026

Jakarta (Lampost.co) -- Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali mencuat. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memberi sinyal adanya penyesuaian...

Ilustrasi harga emas hari ini jenis Logam Mulia batangan.

Harga Emas Hari Ini 7 April 2026 Naik Tipis, Berikut Rincian Lengkapnya

byAdi Sunaryo
07/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co)- Harga emas hari ini, Selasa, 7 April 2026, dengan kadar 24 Karat dalam bentuk batangan keluaran Logam...

Daya Beli Menurun, Pelaku UMKM di Persit Keluhkan Penurunan Omzet

Daya Beli Menurun, Pelaku UMKM di Persit Keluhkan Penurunan Omzet

byRicky Marly
06/04/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Lesunya kondisi ekonomi mulai dirasakan secara nyata oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)...

Berita Terbaru

Iran melaporkan menembak jatuh dua pesawat tempur, yaitu A-10 Warthog dan F-15E Strike Eagle. Foto: Wikipedia
Internasional

Iran Jatuhkan 2 Jet Tempur AS, Misi Penyelamatan Dramatis Picu Ketegangan Besar

byEffran
07/04/2026

Teheran (Lampost.co) -- Konflik antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Insiden terbaru terjadi saat Iran menembak jatuh dua pesawat tempur...

Read moreDetails
BBM nonsubsidi. (Dok. Lampost.co)

Harga BBM Mau Naik? Bahlil Bocorkan Jenis yang Berpotensi Terdampak

07/04/2026
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Ketara, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Alman Putra, resmi dilaporkan balik warga yang sebelumnya ia polisikan.

Drama Roti MBG Berulat Memanas, Warga di Lombok Tengah Balik Laporkan Kepala SPPG

07/04/2026
Ilustrasi harga emas hari ini jenis Logam Mulia batangan.

Harga Emas Hari Ini 7 April 2026 Naik Tipis, Berikut Rincian Lengkapnya

07/04/2026
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa

Menkeu Purbaya Ungkap Penyebab APBN Jebol Rp240,1 Triliun Awal 2026

07/04/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKBIS
  • PENDIDIKAN
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Pringsewu
    • Pesawaran
    • Mesuji
    • Tanggamus
    • Metro
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
    • Pesisir Barat
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.