• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 16/02/2026 18:05
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

KPPU Dalami Potensi Hambatan Tata Niaga Lada Hitam

adminlampostbyadminlampost
19/06/23 - 15:07
in Ekonomi dan Bisnis
A A

Bandar Lampung (Lampost.co) — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah II melakukan penelitian terkait potensi hambatan tataniaga komoditas lada hitam di Provinsi Lampung.

Kepala KPPU Wilayah II, Wahyu Bekti Anggoro, menuturkan pihaknya melaksanakan penelitian tersebut sejak Februari 2023. Penelitian untuk mengetahui ada tidaknya praktik monopoli ataupun persaingan usaha yang tidak sehat dalam tataniaga lada hitam.

“Lada hitam di Provinsi Lampung diproyeksikan dapat mencapai 15.139 ton pada 2023 (angka sementara). Akan tetapi, berdasarkan angka tetap pada periode 2020-2021 dijelaskan bahwa terjadi penurunan luas area dan produksi lada hitam di Provinsi Lampung. Merespon hal itu, kami lakukan penelitian,” ujarnya, Senin, 19 Juni 2023.

KPPU telah mendengarkan pendapat berbagai pihak dan stakeholder terkait tataniaga lada hitam di Lampung. Pihak-pihak tersebut antara lain Dewan Rempah Indonesia Wilayah Lampung, Asosiasi Eksportir Lada Indonesia (AELI) Lampung, Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional pada Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kelompok Tani Lada, dan Pelaku Usaha Eksportir Lada di Provinsi Lampung.

“Kami menilai struktur pasar pada industri lada hitam di Provinsi Lampung adalah oligopoli, kondisi tersebut dilihat dari hanya terdapat tujuh pelaku usaha besar yang melakukan kegiatan usaha pada industri lada hitam di Provinsi Lampung,” kata dia.

Kondisi tersebut memungkinkan produksi lada hitam di Lampung hanya diserap oleh tujuh pelaku usaha eksportir. Dua dari tujuh pelaku usaha tersebut merupakan pelaku usaha penanaman modal asing (PMA).

Lebih lanjut, Wahyu mengatakan KPPU sudah mendengarkan keterangan dari lima pelaku usaha eksportir lada tersebut. Dalam penelitiannya, terdapat satu pelaku usaha yang dinilai tidak kooperatif untuk memberikan keterangan kepada KPPU, yaitu PT Natura Perisa Aroma. Hal ini lantaran pelaku usaha tersebut telah tiga kali tidak hadir memenuhi undangan pemberian keterangan kepada KPPU.

Sementara, terdapat dua pelaku usaha yang telah menyampaikan data dan dokumen yang dibutuhkan, sedangkan empat lainnya yaitu PT Haldin Pacific Semesta, PT Natura Perisa Aroma, PT Agri Spice Indonesia, dan CV Putera Nusantara belum menyampaikan data dan dokumen sebagaimana yang diminta, serta terdapat satu pelaku usaha yang telah menyampaikan data namun belum sesuai dengan format yang diminta yaitu PT Putrabali Adyamulia.

Penelitan awal KPPU difokuskan untuk menyoroti pergerakan fluktuasi harga lada hitam ditingkat petani yang tidak sesuai dengan pergerakan fluktuasi harga Internasional. “KPPU melihat adanya selisih harga yang tinggi yaitu rata-rata sebesar 37 persen antara perbandingan harga di tingkat petani dengan harga lada hitam pada perdagangan Internasional,” kata dia.

KPPU akan melanjutkan proses penelitian untuk mengetahui potensi perilaku yang dapat menghambat terwujudnya persaingan usaha yang sehat pada industri lada hitam di Provinsi Lampung. “Kami juga mengimbau agar pelaku usaha eksportir lada hitam Lampung dapat kooperatif dalam memberikan keterangan dan menyampaikan data dan dokumen yang dibutuhkan dalam proses kajian yang saat ini sedang berjalan,” kata dia.

Deni Zulniyadi

ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Gerbang JTTS

Arus Kendaraan di Tol Trans Sumatera Melonjak 21% Momen Imlek

byDelima Napitupuluand1 others
16/02/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Momentum libur panjang Tahun Baru Imlek 2026 memicu peningkatan signifikan arus kendaraan di sepanjang koridor Jalan Tol Trans...

Pantai di Lampung (lampost.co)

Pantai Mutun hingga Teluk Lampung Jadi Idola Libur Imlek

byDelima Napitupuluand1 others
16/02/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Masyarakat Lampung memanfaatkan momentum libur panjang Tahun Baru Imlek 2026 untuk berkumpul dan berekreasi. Sejumlah destinasi wisata unggulan...

15 Tahun Jalan Poros Komering Agung Rusak, Warga Tagih Janji Pembangunan

15 Tahun Jalan Poros Komering Agung Rusak, Warga Tagih Janji Pembangunan

byMustaan
16/02/2026

Gunungsugih (Lampost.co) – Jalan poros di Kelurahan Komering Agung, Kecamatan Gunungsugih, Kabupaten Lampung Tengah, dilaporkan rusak parah dan tak tersentuh...

Berita Terbaru

Penyerang sayap Arsenal, Noni Madueke (kiri),
Bola

Arsenal Pesta Gol 4-0 di Emirates

byIsnovan Djamaludin
16/02/2026

London (Lampost.co)–Arsenal tampil perkasa saat menjamu Wigan Athletic dalam laga putaran keempat Piala FA 2025/2026. Bermain di hadapan pendukung sendiri...

Read moreDetails
Gerbang JTTS

Arus Kendaraan di Tol Trans Sumatera Melonjak 21% Momen Imlek

16/02/2026
Pantai di Lampung (lampost.co)

Pantai Mutun hingga Teluk Lampung Jadi Idola Libur Imlek

16/02/2026
Festival Barongsai

Catat Lokasinya! 5 Destinasi Nonton Barongsai di Bandar Lampung Imlek 2026

16/02/2026
Perkuat Ekosistem Hilirisasi Sektor Kreatif di Lampung

Perkuat Ekosistem Hilirisasi Sektor Kreatif di Lampung

16/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.