Moskwa (Lampost.co)—Kemenlu Rusia menyatakan atase militer Inggris di Kedutaan Besar Inggris di Moskwa, Adrian Coghill, persona non grata. Mereka memberi waktu sepekan kepada Coghill untuk meninggalkan Federasi Rusia.
Kemenlu Rusia menjelaskan langkah ini sebagai respons terhadap pengusiran atase militer Rusia dari Inggris. Dan menyebutnya sebagai tindakan yang “bermusuhan dan tidak berdasar”.
“Langkah ini tidak menguras habis reaksi kami terhadap tindakan bermusuhan anti-Rusia oleh pihak Inggris pada 8 Mei 2024. Para penggagas eskalasi akan mendapat pemberitahuan tentang tindakan balasan lebih lanjut,” bunyi pernyataan Kemenlu Rusia, seperti UA Wire kutip, Jumat (17/5/2024).
Menteri Pertahanan Inggris, James Cleverly, menyatakan atase militer Rusia adalah “petugas intelijen militer yang tidak diumumkan”. Cleverly juga mengumumkan Pemerintah Inggris akan mencabut status diplomatik beberapa properti di Inggris, yang terkait dengan Rusia.
Publikasi Inggris The Telegraph berspekulasi pengusiran atase Rusia menghilangkan saluran komunikasi lain antara London dan Moskwa.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan mereka menganggap Inggris sebagai “pihak yang berkonflik”. Rusia akan menargetkan aset militer Inggris baik di Ukraina maupun di luar Ukraina.
Pernyataan ini muncul sebagai tanggapan terhadap wawancara mantan Perdana Menteri Inggris David Cameron kepada Reuters. Dia mengatakan Ukraina dapat menggunakan senjata yang Inggris sediakan untuk menyerang sasaran di wilayah Rusia.








