Jakarta (Lampost.co) — Anak-anak yang bersekolah bisa saja suatu saat akan membawa pulang penyakit dan yang paling sering adalah batuk. Mempelajari cara mengidentifikasi jenis batuk yang mungkin anak rasakan berdasarkan karakteristiknya adalah langkah pertama bagi orang tua untuk dapat mengambil tindakan.
Sebagian besar batuk ini dapat kita obati di rumah dengan obat-obatan yang terjual bebas dan pengobatan rumahan. Namun beberapa batuk mungkin memerlukan kunjungan ke dokter.
1. Batuk kering panjang tak kunjung henti
Batuk bisa berlangsung berminggu-minggu karena infeksi virus ringan atau masalah alergi yang berkelanjutan selama waktu tertentu dalam setahun atau infeksi sinus. Batuknya biasanya ringan dan tidak berdampak serius pada kehidupan sehari-hari anak, tapi batuknya tidak kunjung hilang. Perawatan di rumah bisa orang tua berikan dengan obat alergi harian atau penekan batuk.
Baca Juga:
15 Rekomendasi Obat Batuk Alami yang Bahannya Tersedia di Rumah
2. Batuk mengi
Batuk serta ada bunyi mengi saat bernapas bisa jadi merupakan tanda adanya pembengkakan atau peradangan pada saluran napas paru-paru. Ini mungkin karena asma atau infeksi virus yang menyebabkan bronkitis. Perawatan di rumah, orang tua bisa memberikan pereda nyeri, penekan batuk, maupun inhaler penyelamat.
3. Batuk karena pembesaran tenggorokan
Batuk ini terdengar mirip dengan gonggongan anjing dan paling sering terjadi pada anak-anak di bawah usia tiga tahun. Menukil laman The Emergency Center, ini biasanya karena pembesaran tenggorokan dan kotak suara, lebih dikenal dengan croup.
Karena menyerang tenggorokan, batuk juga bisa dengan suara siulan saat anak bernapas. Croup biasanya ringan dan hanya berlangsung beberapa hari. Berikan pereda nyeri/demam dan pelembap udara sebagai perawatan di rumah.
4. Batuk dan pilek
Anak-anak yang pilek atau pilek mungkin tidak mengalami batuk sampai mereka berbaring untuk beristirahat atau tidur. Cara lendir mengalir melalui saluran sinus dapat berubah dan turun ke tenggorokan dan mengiritasi saluran udara sehingga menyebabkan batuk dan mencegah tidur nyenyak. Saat merawat di rumah, berikan obat flu untuk menekan batuk.
5. Batuk – demam akibat pilek
Demam ringan dapat juga mengalami pilek dan batuk. Namun batuk dengan demam tinggi dan sesak napas bisa menjadi tanda pneumonia. Bila hal ini terjadi segera bawa anak ke dokter atau rumah sakit sebelum terlambat.
6. Batuk rejan
Bisa jadi tanda infeksi bakteri dengan adanya batuk-batuk yang biasanya berakhir dengan tarikan napas dalam-dalam hingga terdengar seperti ‘teriakan’. Pertusis adalah infeksi bakteri pada saluran napas. Penyakit ini dapat terjadi pada semua usia dan sangat menular.
Namun sebagian besar anak-anak mendapat vaksinasi sebagai bagian dari rangkaian vaksin DTP yang mulai sejak usia dua bulan. Antibiotik dapat dokter resepkan untuk anak.








