• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Kamis, 19/03/2026 06:07
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Advertorial

Bersama Bukit Asam, Masyarakat Desa Sidodadi Selamatkan Ekosistem Pesisir Demi Masa Depan

Perbaiki lingkungan pesisir.

Sri AgustinabySri Agustina
28/11/24 - 11:33
in Advertorial, Ekonomi dan Bisnis, Humaniora, Lampung
A A
Bersama Bukit Asam, Masyarakat Desa Sidodadi Selamatkan Ekosistem Pesisir Demi Masa Depan
ADVERTISEMENT

Bandar Lampung (Lampost.co)–Kerusakan lingkungan di pesisir Teluk Lampung mengundang keprihatinan. Banyak padang lamun dan terumbu karang mati. Ikan-ikan kehilangan ruang hidup dan nelayan jadi makin sulit mencari ikan.

Hal ini membuat Andi Sofyan, Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Bina Jaya Lestari, tergerak untuk memperbaiki ekosistem pesisir. Dengan dukungan dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Unit Pelabuhan Tarahan, pria dengan sapaan Aan ini memulai langkah menyelamatkan masa depan.

Sejak 2022, Aan mengedukasi serta mengajak masyarakat Desa Sidodadi, melestarikan ekosistem pesisir di Kawasan Ekowisata Cuku NyiNyi. Diawali dengan penanaman mangrove, kini Aan menggerakkan masyarakat desa untuk melestarikan padang lamun dan terumbu karang.

Mangrove, terumbu karang, dan padang lamun adalah segitiga ekosistem yang sangat penting untuk keseimbangan alam, tempat biota laut berkembang biak.

“Hutan mangrove dan padang lamun adalah tempat ikan-ikan bertelur. Setelah telur menetas dan ikan agak besar, mereka akan ke terumbu karang untuk berlindung dari hewan laut lainnya. Jadi segitiga ekosistem pesisir ini harus dilestarikan karena merupakan tempat biota laut berkembang biak,” katanya.

Aan menambahkan, manfaat dari pelestarian segitiga ekosistem pesisir tersebut memang belum terasa dalam jangka pendek. “Kita edukasi kepada masyarakat bahwa kalau kita bersama-sama merawat segitiga ekosistem pesisir, ini untuk anak cucu kita. Untuk masa depan,” ujarnya.

Jika segitiga ekosistem pesisir ini terjaga, para nelayan akan lebih mudah mencari ikan. Keanekaragaman hayati meningkat. Selain itu, abrasi dapat dicegah dan udara lebih segar. Sebab, mangrove dan padang lamun memiliki kemampuan untuk menyerap karbon sehingga dapat mengurangi pemanasan global.

“Pemulihan lingkungan ini untuk jangka panjang. Ke depan, para nelayan akan lebih mudah mendapatkan ikan. Jadi meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga,” paparnya.

Dukungan PTBA Unit Pelabuhan Tarahan tidak hanya sebatas itu saja. PTBA juga membina Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Desa Sidodadi untuk menunjang pengembangan Kawasan Ekowisata Mangrove Cuku NyiNyi.

Salah satunya dengan pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Kerang Unyu. Usaha kerajinan kerang ini berhasil memberdayakan 10 orang ibu rumah tangga dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah. Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh peningkatan pendapatan yang signifikan.

“Tidak hanya pelestarian lingkungan, Bukit Asam juga melakukan pemberdayaan masyarakat. Dibina Bukit Asam, ibu-ibu rumah tangga bikin kerajinan dari cangkang kerang. Masyarakat jadi mendapat keterampilan baru, hasilnya bisa dipasarkan via online dan menjadi oleh-oleh wisatawan,” tutur Aan.

Bekerja sama dengan PTBA Unit Pelabuhan Tarahan, KTH Bina Jaya Lestari hingga saat ini telah menanam 40 ribu bibit mangrove seluas 13,21 ha di Kawasan Ekowisata Mangrove Cuku NyiNyi. Kemudian transplantasi 500 bibit terumbu karang di area konservasi seluas 1,03 ha, juga penanaman 850 bibit lamun pada area sebesar 8,98 ha.

 

Tags: lingkunganPembinaan MasyarakatPTBA
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Kapal Ferry sedang bersandar di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Provinsi Lampung. (Lampost.co/Triyadi Isworo)

Gelombang Tinggi Perairan Lampung Hingga 22 Maret 2026

byTriyadi Isworo
19/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini. Waspada gelombang tinggi perairan Lampung berlaku mulai...

Warga Pesisir Bandar Lampung sedang melewati banjir rob atau pasang air laut maksimum. Dok Lampost.co

Waspada Banjir Rob di Enam Wilayah Pesisir Lampung Periode 21-25 Maret 2026.

byTriyadi Isworo
19/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini. Waspada banjir rob atau meningkatnya ketinggian pasang...

Anggaran Rp143,7 Miliar untuk Pembangunan Infrastruktur Jalan di Tulangbawang

Anggaran Rp143,7 Miliar untuk Pembangunan Infrastruktur Jalan di Tulangbawang

byWandi Barboy
19/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengalokasikan anggaran Rp143,7 miliar untuk membangun infrastruktur jalan di Kabupaten Tulangbawang. Wakil Gubernur...

Berita Terbaru

Inara Rusli
Hiburan

Jelang Lebaran, Inara Rusli Minta Maaf Secara Terbuka kepada Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa

byNana Hasan
19/03/2026

Jakarta (Lampost.co) - Inara Rusli kembali menjadi pusat perhatian publik melalui unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya. Menjelang Hari Raya...

Read moreDetails
Tunggu Aku Sukses Nanti

Review Film Tunggu Aku Sukses Nanti: Kisah Realistis Pejuang Kerja di Momen Lebaran 2026

19/03/2026
Kapal Ferry sedang bersandar di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Provinsi Lampung. (Lampost.co/Triyadi Isworo)

Gelombang Tinggi Perairan Lampung Hingga 22 Maret 2026

19/03/2026
Warga Pesisir Bandar Lampung sedang melewati banjir rob atau pasang air laut maksimum. Dok Lampost.co

Waspada Banjir Rob di Enam Wilayah Pesisir Lampung Periode 21-25 Maret 2026.

19/03/2026
Anggaran Rp143,7 Miliar untuk Pembangunan Infrastruktur Jalan di Tulangbawang

Anggaran Rp143,7 Miliar untuk Pembangunan Infrastruktur Jalan di Tulangbawang

19/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.