Jakarta (Lampost.co)–Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan jiwa. Menggandeng media, influencer, dan publik figur, Kemenkes mempromosikan Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP) serta deteksi dini melalui skrining kesehatan jiwa.
Dalam sembilan bulan pertama tahun 2024, data Pusat Informasi Kriminal Nasional Polri (Pusiknas) mencatat 988 kasus bunuh diri di seluruh Indonesia. Ini menjadikan isu kesehatan mental semakin mendesak untuk ditangani. Depresi, salah satu penyebab utama bunuh diri, kerap tidak terdeteksi sejak dini karena kurangnya pemahaman masyarakat akan gejala luka psikologis.
“Luka psikologis bisa disebabkan oleh berbagai tekanan, seperti perundungan, konflik keluarga, atau kegagalan,” ujar Direktur Kesehatan Jiwa Kemenkes, dr. Imran Pambudi. “Namun, banyak yang belum menyadari kondisi ini sehingga tidak mendapatkan penanganan awal yang baik.”
Peran Media dan Influencer dalam Kampanye
Kemenkes mengandalkan media sosial sebagai platform utama edukasi dan kampanye. Dengan melibatkan influencer seperti dr. Farhan Zubedi, mental health doodler Irwantja, dan artis Ariel Tatum, kampanye #PeduliSayangiJiwa harapannya menjangkau lebih banyak masyarakat.
Ariel Tatum, yang dikenal memperjuangkan kesehatan jiwa dan cinta diri, diharapkan dapat menginspirasi penerapan P3LP dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, Irwantja berpesan melalui karya ilustrasi yang menarik perhatian publik. Dan dr. Farhan Zubedi terus aktif mengedukasi pentingnya kesehatan jiwa melalui media sosial.
Buku Saku untuk First Aider
Sebagai bagian dari kampanye, Kemenkes meluncurkan enam buku saku panduan P3LP untuk berbagai lingkungan seperti sekolah, kampus, tempat kerja, dan masyarakat umum. Buku ini rancangannya untuk memberikan panduan kepada individu yang menjadi penolong pertama dalam membantu orang dengan masalah kesehatan jiwa sebelum mendapatkan pertolongan profesional.
“Kami menargetkan terbentuknya 1 juta first aider P3LP pada akhir tahun mendatang,” tambah dr. Imran.
Deteksi Dini
Selain P3LP, mengajak masyarakat melakukan skrining kesehatan jiwa sebagai langkah deteksi dini. Ini penting bagi individu yang merasa masalah psikologisnya sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Semangat #PeduliSayangiJiwa kami harapkan dapat mendorong masyarakat untuk sadar akan pentingnya deteksi dini. Dengan begitu, penanganan bisa cepat dan tepat, mencegah kondisi mental berkembang menjadi lebih parah,” pungkas dr. Imran.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Kemenkes berharap pesan penting tentang kesehatan jiwa dapat tersampaikan lebih luas. Membawa masyarakat pada kehidupan yang lebih sehat secara mental di tahun-tahun mendatang.
Anda juga dapat referensi berita atau artikel terkait kesehatan lainnya dengan membaca di website idikabjepara.org








