Bandar Lampung (Lampost.co) — Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mencatat ratusan laporan dugaan campak sepanjang tahun 2025.
Dinkes Lampung jalankan program surveilans berbasis individu atau Case Based Measles Surveillance (CBMS).
Dari total 475 kasus suspek yang terlapor, sebanyak 28 positif campak setelah melalui pemeriksaan laboratorium.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Edwin Rusli, mengatakan kasus positif tersebut tersebar pada delapan kabupaten dan kota se Provinsi Lampung.
“Sebaran kasus positif berada pada Kabupaten Lampung Selatan 8 kasus, Kota Bandar Lampung 8kasus, Lampung Utara 4 kasus,,” katanya.
Selanjutnya Kabupaten Tanggamus 4 kasus, Lampung Tengah 1 kasus, Way Kanan 1kasus, Pesisir Barat 1 kasus, serta Lampung Timur 1 kasus,” ujarnya.
Edwin memastikan seluruh pasien yang terkonfirmasi campak pada tahun 2025 telah mendapatkan penanganan medis rumah sakit dan seluruhnya sudah sembuh.
Baca juga : IDI Lampung Nilai Cakupan Imunisasi Kunci Redam Penularan Virus Campak
Untuk mengantisipasi potensi peningkatan kasus, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung juga menyiapkan sejumlah langkah pencegahan.
Pemprov Lampung menyusun Surat Edaran Gubernur Lampung terkait kewaspadaan terhadap peningkatan kasus suspek campak.
Selain itu, pihaknya terus mengoptimalkan pelaksanaan program CBMS guna mendeteksi secara dini kemungkinan kasus campak.
Program ini memantau pasien dengan gejala demam lebih dari 38 derajat yang terdapat ruam atau bintik merah pada kulit.
Apabila ada pasien dengan gejala tersebut, petugas kesehatan akan segera melakukan penanganan medis serta pengambilan sampel spesimen untuk pemeriksaan laboratorium.
Upaya Pencegahan
Upaya pencegahan lainnya juga melalui peningkatan cakupan imunisasi campak sebanyak tiga dosis.
Imunisasi pada usia 9 bulan, 18 bulan, serta saat anak duduk di kelas 1 sekolah dasar atau bagi anak yang tidak bersekolah pada usia 7 tahun 11 bulan 29 hari.
Pelaksanaan imunisasi melalui berbagai fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas, klinik, maupun posyandu.
Dinas Kesehatan juga menggelar program imunisasi kejar bagi anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi campak secara lengkap .
Pemerintah daerah juga rutin melakukan pengecekan ketersediaan vaksin pada tingkat kabupaten/kota maupun puskesmas setiap bulan untuk memastikan stok tetap aman.
“Permintaan vaksin juga secara rutin serta terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan agar vaksin campak Provinsi Lampung tidak mengalami keterlambatan,” jelas Edwin.








