Krui (Lampost.co) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung, Dr. H. Zulkarnain, M.Ag., menegaskan bahwa integritas dan profesionalitas menjadi kata kunci dalam mewujudkan layanan prima di lingkungan Kementerian Agama. Ia menyampaikan penguatan tersebut saat memberikan pembinaan kepada ASN dalam rangkaian kunjungan kerja di Kemenag Kabupaten Pesisir Barat, Sabtu (6/12/2025).
Dalam arahannya, Zulkarnain menekankan pentingnya membangun integritas ASN melalui keselarasan antara hati, pikiran, dan perbuatan. Ia mengingatkan bahwa ASN Kemenag harus menjaga keteladanan dan konsistensi nilai dalam setiap tindakan, baik dalam memberikan layanan maupun saat berinteraksi dengan masyarakat.
“Integritas lahir dari kesesuaian hati, pikiran, dan perbuatan. Ketika apa yang diyakini selaras dengan apa yang dikerjakan, martabat ASN terjaga. Integritas dan profesionalitas adalah kunci utama layanan prima,” tegasnya.
Zulkarnain juga menggarisbawahi pentingnya disiplin dan etika kerja sebagai bagian dari karakter ASN Kemenag. Ia menjelaskan bahwa profesionalitas tidak hanya menyangkut kemampuan teknis, tetapi juga mencakup sikap, komitmen, dan kepatuhan terhadap regulasi.
“Profesionalitas dan disiplin adalah wajah lembaga kita. Jika keduanya kuat, maka kualitas layanan meningkat dan kepercayaan publik ikut tumbuh,” tambahnya.

Cermin Integritas dan Profesionalitas
Zulkarnain meminta agar integritas dan profesionalitas ASN tercermin secara nyata dalam seluruh layanan Kemenag yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Ia menekankan bahwa pelayanan administrasi keagamaan, bimbingan masyarakat, pendidikan, hingga pembinaan kerukunan umat beragama harus memperlihatkan standar layanan yang jelas dan responsif.
“Ukuran keberhasilan kita bukan hanya laporan administrasi, tetapi bagaimana layanan Kemenag benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat: lebih cepat, lebih ramah, lebih tepat, dan lebih mudah diakses,” ujarnya.
Menurutnya, pelayanan keagamaan yang prima akan meningkatkan kepercayaan publik dan memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan melalui Kementerian Agama.
Sementara itu, Plt. Kepala Kemenag Kabupaten Pesisir Barat, Hikmat Tutasry, dalam laporannya menyampaikan bahwa etos kerja ASN serta sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan menjadi kekuatan Kemenag Pesisir Barat.
“Semangat kerja ASN Pesisir Barat sangat baik. Sinergi dengan pemerintah daerah dan stakeholder berjalan efektif dan mendukung pelaksanaan tugas,” jelasnya.
Namun, Hikmat menyebut keterbatasan sarana dan prasarana, termasuk belum tersedianya gedung kantor definitif Kemenag Pesisir Barat, masih menjadi tantangan utama yang berdampak pada optimalisasi pelayanan publik.
Ikuti terus berita dan artikel Lampost.co lainnya di Google News








