Pengungkapan jejak kriminal Hamli dan Bahroni menunjukkan aksi pencurian motor tersebut bagian dari sindikat terorganisasi.
Bandar Lampung (Lampost.co) — Polda Lampung membongkar jejak kriminal dua pelaku pencurian motor dan penembak Brigadir Arya Supena hingga tewas. Polisi menyebut keduanya merupakan residivis, pengguna aktif narkoba, dan anggota sindikat curanmor lintas wilayah.
Dua pelaku penembak Brigadir Arya tersebut, yakni Hamli (27) dan Bahroni (23). Polisi menangkap Hamli, sedangkan Bahroni tewas saat melawan petugas.
Brigadir Arya gugur ketika menggagalkan pencurian motor di Bandar Lampung pada Sabtu pagi, 9 Mei 2026. Kasus itu kemudian berkembang menjadi pengungkapan jaringan kriminal besar di Lampung.
Kapolda Lampung, Irjen Helfi Assegaf, mengatakan hasil profiling menunjukkan kedua pelaku aktif menggunakan narkoba. “Dari hasil pendalaman, keduanya pengguna aktif narkoba,” ujar Helfi, Kamis, 15 Mei 2026.
Selain itu, polisi menemukan fakta keduanya sudah lama masuk daftar pencarian orang atau DPO. Polisi mencatat mereka terlibat dalam berbagai aksi kriminal jalanan di sejumlah wilayah Lampung.
Bahroni bahkan tercatat sebagai residivis kasus serupa. Status tersebut memperlihatkan pelaku sudah berulang menjalankan aksi pencurian kendaraan bermotor.
Menurut Helfi, kedua pelaku tergabung dalam sindikat curanmor lintas daerah. Mereka menjalankan aksi menggunakan sepeda motor hasil curian. “Motor yang dipakai pelaku saat penembakan juga hasil curian,” kata Helfi.
Polisi menilai sindikat tersebut cukup terorganisasi. Setiap anggota memiliki peran berbeda ketika menjalankan aksi pencurian kendaraan bermotor.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Indra Hermawan, menjelaskan penyelidikan mengarah pada jaringan curanmor skala besar.
Menurut Indra, Hamli memiliki spesialisasi membobol diler sepeda motor. Pelaku terkenal nekat karena menyasar lokasi dengan pengamanan ketat.
Polisi mengungkap komplotan tersebut pernah membobol diler Honda di wilayahMetro. Dalam aksi itu, sembilan anggota sindikat menggondol tujuh unit sepeda motor.
Para pelaku menggunakan salah satu motor jenis Honda CRF untuk melarikan diri. Polisi juga menduga mereka memakai kendaraan curian dalam mendukung aksi kriminal lainnya.
Selain di Metro, sindikat tersebut beraksi di wilayah Tanjungbintang. Mereka membawa kabur empat unit sepeda motor dari diler Honda.
Kelompok tersebut juga mencuri satu unit Honda BAat di wilayah Natar. Motor hasil curian itu kembali mereka pakai mendukung aksi kejahatan berikutnya. “Rekaman CCTV memperkuat keterlibatan mereka,” ujar Indra.
Polisi menyebut Hamli sering memanfaatkan kelengahan pemilik kendaraan di tempat umum. Namun, ia juga aktif membidik diler sepeda motor sebagai sasaran utama.
Pengungkapan kasus ini memperlihatkan pola kejahatan yang semakin terstruktur. Pelaku tidak hanya mencuri kendaraan, tetapi juga menggunakan hasil curian untuk mendukung aksi berikutnya.
Selain itu, keterlibatan narkoba memperburuk tingkat kriminalitas para pelaku. Polisi menilai pengaruh narkoba membuat pelaku semakin nekat saat berhadapan dengan aparat.
Kasus tersebut juga menjadi perhatian besar masyarakat Lampung. Banyak warga khawatir maraknya pencurian kendaraan bermotor semakin membahayakan keamanan publik.
Karena itu, Polda Lampung memperkuat pengejaran terhadap jaringan curanmor lain. Polisi terus memburu anggota sindikat yang masih berkeliaran.
Sementara itu, aparat masih mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam kasus pembunuhan Brigadir Arya. Polisi juga menelusuri aliran penjualan kendaraan hasil curian.
Pengungkapan sindikat ini sekaligus menunjukkan tingginya risiko yang dihadapi aparat saat bertugas. Brigadir Arya gugur ketika berusaha menghentikan aksi kriminal bersenjata.
Polda Lampung memastikan proses hukum terus berjalan. Polisi juga mengajak masyarakat aktif melaporkan aktivitas mencurigakan terkait pencurian kendaraan bermotor.
Saat ini, Hamli menjalani pemeriksaan intensif di kepolisian. Polisi menjerat tersangka dengan sejumlah pasal berat dan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update