Bandar Lampung (Lampost.co): Institut Teknologi Sumatera (Itera) terus mendorong penguatan budaya mutu pendidikan tinggi melalui kegiatan pemaparan materi terkait implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Audit Mutu Internal (AMI).
Itera menggelar kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas mutu perguruan tinggi di lingkungan kampus.
Werry Febrianti memoderatori sesi pemaparan dan menghadirkan Wahyu Susihono sebagai narasumber.
Dalam paparannya, Prof. Wahyu menjelaskan bahwa tim kampus melaksanakan SPMI secara sistematis dan berkelanjutan. Hal itu untuk menjamin serta meningkatkan mutu pendidikan tinggi.
Ia menerangkan bahwa tim kampus menjalankan implementasi SPMI melalui siklus PPEPP. Hal itu meliputi Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan standar mutu pendidikan tinggi.
Siklus tersebut menjadi fondasi utama agar tim kampus memastikan kualitas akademik dan tata kelola perguruan tinggi berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Selain membahas konsep dasar SPMI, materi juga menyoroti pentingnya tim kampus membangun budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi. Hal itu melalui evaluasi berkala dan pelaksanaan audit mutu internal secara konsisten.
Tim kampus juga memberi perhatian pada penerapan standar pendidikan tinggi yang terukur dan pemanfaatan sistem digital dalam pelaksanaan SPMI dan AMI untuk memperkuat tata kelola mutu kampus.
Melalui kegiatan tersebut, Itera mengharapkan seluruh unit kerja memahami implementasi SPMI dan AMI dengan lebih baik. Dengan demikian, unit kerja mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi secara berkelanjutan.
Itera menjadikan penguatan sistem penjaminan mutu ini sebagai bagian dari langkah strategis untuk mewujudkan perguruan tinggi unggul dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update