BANDAR LAMPUNG (lampost.co)– Upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian layak bagi masyarakat terus diperkuat melalui kolaborasi antara perbankan dan pengembang perumahan. Salah satu langkah tersebut dilakukan oleh Bank Syariah Nasional (BSN) Kantor Cabang Bandar Lampung dengan menggelar Developer Gathering 2026 bertema “Amanah dalam Akselerisasi, Berkah dalam Pertumbuhan” di Ballroom Golden Tulip Springhill Lampung. Acara ini diadakan pada Minggu (8/3).
Kegiatan tersebut dihadiri puluhan pengembang perumahan, notaris, serta sejumlah mitra strategis BSN di Lampung. Selain itu, forum ini menjadi ruang memperkuat sinergi dalam pengembangan sektor perumahan berbasis syariah. Forum ini juga mendukung program pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan pemerintah.
Branch Manager BSN Kantor Cabang Bandar Lampung, Indra Nugraha, menegaskan bahwa keberhasilan sektor perbankan tidak hanya diukur dari pencapaian angka bisnis, tetapi juga dari tingkat kepercayaan yang diberikan oleh mitra dan masyarakat.
“Kepercayaan merupakan modal utama bagi kami. Lebih dari sekadar target bisnis, kepercayaan menjadi fondasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan inovasi,” ujarnya.
Menurut Indra, dukungan para pengembang dan mitra selama ini telah membantu BSN memperluas peran dalam pembiayaan perumahan berbasis syariah. Karena itu, pihaknya berkomitmen terus berinovasi agar dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Ia menambahkan, kegiatan gathering tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi BSN dalam mendukung program nasional pembangunan tiga juta rumah. Program ini digagas oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Sebagai lembaga perbankan yang mendapat mandat untuk ikut mendukung program tersebut, kami ingin memastikan bahwa kolaborasi antara perbankan dan pengembang berjalan lebih solid,” katanya.
Rumah sebagai Episentrum Ekonom
Indra menjelaskan, saat ini BSN tidak hanya berfokus pada pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) semata. Bank syariah tersebut juga berupaya membangun ekosistem bisnis yang lebih luas di sektor perumahan.
Menurutnya, rumah tidak sekadar produk properti, melainkan episentrum aktivitas ekonomi yang melibatkan banyak sektor pendukung.
“Rumah memiliki sekitar 184 unsur yang menciptakan efek berganda bagi perekonomian, mulai dari industri bahan bangunan, jasa konstruksi, hingga sektor pembiayaan,” jelasnya.
Dengan potensi tersebut, pengembangan sektor perumahan diyakini mampu menggerakkan roda ekonomi daerah sekaligus membuka peluang usaha baru.
Dalam forum tersebut, BSN juga mengundang sejumlah institusi pendidikan dan lembaga terkait untuk memperkuat jaringan kolaborasi di sektor perumahan.
“Kolaborasi ini tidak hanya menyasar sisi hilir melalui pembiayaan KPR, tetapi juga memperkuat sisi suplai melalui sinergi dengan berbagai pihak,” kata Indra.
Dukungan Asosiasi Pengembang
Kolaborasi antara perbankan dan pengembang juga mendapat respons positif dari berbagai asosiasi properti di Lampung. Perwakilan DPD Real Estat Indonesia (REI) Lampung, Fauzan Hasan, menilai sinergi tersebut penting. Dengan demikian, masyarakat memiliki akses yang lebih luas terhadap hunian layak.
“Hubungan yang kuat antara developer dan lembaga keuangan menjadi kunci agar proyek perumahan dapat berjalan baik dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua DPD Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) Lampung, Tri Joko Margono, menyebut kegiatan gathering sebagai momentum penting. Momentum ini berguna untuk mempererat hubungan antara perbankan dan pengembang.
“Forum seperti ini menjadi terobosan untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama sehingga program pembangunan perumahan bisa berjalan lebih optimal,” katanya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Asperumnas) Lampung, Endi, menegaskan pihaknya siap terus mendukung BSN. Pihaknya siap dalam memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat.
Menurutnya, dukungan lembaga keuangan sangat penting bagi pengembang dalam menyediakan hunian yang terjangkau dan berkualitas.
“Kolaborasi ini harus terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat yang dapat memiliki rumah layak huni,” ujarnya.
Melalui sinergi antara perbankan syariah, pengembang, dan berbagai pemangku kepentingan, sektor perumahan di Lampung diharapkan semakin berkembang. Selain memperluas akses hunian bagi masyarakat, kolaborasi ini juga menjadi penggerak penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah.








