Bandar Lampung (lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung mengapresiasi kinerja aparat kepolisian, khususnya jajaran Polda Lampung, dalam menjaga kondusifitas selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pengelolaan transportasi di Pelabuhan Bakauheni berjalan lancar dan terkendali.
Pemerintah Provinsi Lampung menilai penyelenggaraan arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah/2026 di wilayah Lampung berlangsung aman, lancar, dan terkendali. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi kuat antara aparat kepolisian, pemerintah pusat, pemerintah daerah. Selain itu, sinergi juga melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Apresiasi disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat mendampingi kunjungan kerja Listyo Sigit Prabowo bersama Dudy Purwagandhi di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu (28/3/2026). Peninjauan tersebut untuk memastikan kesiapan personel. Selain itu, peninjauan dilakukan guna memastikan kelancaran arus balik Lebaran. Fokus peninjauan terutama pada jalur penyeberangan strategis yang menjadi pintu gerbang utama Pulau Sumatera.
Terlewati Baik
Dalam keterangannya, Kapolri menyampaikan bahwa puncak arus balik Lebaran 2026 secara umum telah terlewati dengan baik. Data menunjukkan jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta mencapai 2.946.891 unit atau meningkat dibandingkan kondisi normal maupun tahun sebelumnya.
Sementara itu, kendaraan yang telah kembali ke Jakarta tercatat 2.561.629 unit. Artinya, sekitar 13,7 persen kendaraan masih dalam proses perjalanan arus balik.
“Secara umum puncak arus balik sudah terlewati, dan tinggal sebagian kecil yang masih bergerak,” ujarnya.
Selain pergerakan kendaraan, peningkatan juga terjadi pada berbagai moda transportasi. Angkutan kereta api tercatat melayani lebih dari 3 juta penumpang atau naik 7,84 persen. Transportasi udara mencapai sekitar 4,12 juta penumpang atau meningkat 6,27 persen. Sementara itu, angkutan darat dan moda lainnya juga mengalami kenaikan signifikan.
Dari aspek keselamatan, terjadi penurunan angka kecelakaan lalu lintas secara nasional sebesar 7,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, jumlah korban meninggal dunia juga turun dari 377 menjadi 265 jiwa.
Khusus di wilayah Lampung, data Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung mencatat angka kecelakaan turun sekitar 16 persen pada periode 13–25 Maret 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.
Kapolri menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja sama lintas sektor serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
Optimal
Di Pelabuhan Bakauheni, sistem pengelolaan arus balik dinilai berjalan optimal. Berbagai skema rekayasa lalu lintas, pengaturan antrean kendaraan, serta sistem tiket terintegrasi mampu menjaga kondisi tetap dalam kategori lancar atau hijau. Selain itu, Menteri Perhubungan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
“Kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder menjadi kunci keberhasilan,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah tetap mengantisipasi sisa pergerakan arus balik yang diperkirakan masih sekitar 30 persen. Sejumlah skenario pengendalian telah disiapkan untuk menghindari kepadatan di titik-titik krusial.
Pentingnya Kolaborasi
Gubernur Lampung menegaskan keberhasilan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas dan kelancaran mobilitas masyarakat.
Menurut dia, sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam menciptakan rasa aman selama periode Lebaran.
“Kolaborasi ini menjadi kunci. Dari kelancaran mudik dan balik, kita belajar membangun disiplin kolektif dan rasa aman,” ujarnya.
Selain itu, Gubernur juga mengapresiasi masyarakat yang telah mematuhi aturan lalu lintas dan mendukung kebijakan pengamanan selama arus mudik dan balik. Sebagai simpul transportasi utama, Pelabuhan Bakauheni memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas nasional. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari pos pelayanan terpadu, area antrean kendaraan, hingga sistem pengaturan lalu lintas. Selain itu, dialog dengan pemudik dan petugas turut dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional di lapangan. Keberhasilan pengelolaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 ini menjadi indikator meningkatnya kualitas pelayanan transportasi. Selain itu, pengelolaan Lebaran tahun ini juga menjadi indikator meningkatnya pengamanan di wilayah Lampung.
Dengan sistem yang semakin baik dan koordinasi yang solid, arus mobilitas masyarakat di jalur strategis Sumatera–Jawa diharapkan terus berjalan aman, lancar, dan terkendali.








