Bandar Lampung (lampost.co) — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung bersama Universitas Lampung (Unila) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Desain Besar Olahraga Daerah (DBOD). Kegiatan ini dilaksanakan di lantai 4 Gedung Rektorat Unila, Selasa (7/10).
Forum itu dihadiri Ketua KONI Lampung Taufik Hidayat, Wakil Rektor bidang Perencanaan Unila Ayi Ahadiyat, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Suyono, Kadispora Meiry Harika Sari, dan sejumlah kalangan dunia usaha, olahragawan dan media. Forum ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat arah pembangunan olahraga berbasis riset, ekonomi, dan komunikasi publik.
Ketua KONI Lampung Taufik Hidayat mengatakan DBOD menjadi tonggak penting dalam upaya membangun ekosistem olahraga yang terukur dan berkelanjutan. Ia menegaskan, Lampung tak hanya berfokus pada pembinaan atlet prestasi. Namun, juga ingin menumbuhkan ekonomi olahraga melalui sport tourism dan industri olahraga daerah.
“KONI bersama pemerintah daerah ingin memastikan DBOD ini bukan sekadar dokumen, melainkan menjadi arah kebijakan jangka panjang untuk olahraga berdaya saing dan berdampak ekonomi,” ujar Taufik.
Basis Data dan Kajian Ilmiah
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan TIK Unila Ayi Ahadiyat menyebut kolaborasi antara kampus dan KONI merupakan bentuk hilirisasi riset dalam bidang olahraga. Menurutnya, kebijakan berbasis data dan kajian akademik akan membuat DBOD Lampung lebih realistis. Selain itu, ini juga berorientasi pada hasil.
“Unila akan mendukung dari sisi kajian, termasuk pemetaan potensi cabang olahraga unggulan dan sport tourism berbasis wilayah. Siap menjadi penggerak utama menyukseskan DBOD,” kata Ayi








