PENGEMBALIAN tas berisi uang tunai dan dolar Amerika bernilai ratusan juta rupiah di Rest Area KM 87B Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) menegaskan bahwa integritas petugas bukan sekadar sikap personal. Selain itu, hal ini merupakan bagian dari standar pelayanan PT BTB.
PT Bakauheni – Terbanggi Besar (BTB) melalui operator PT HKA menegaskan bahwa tindakan pengembalian barang milik pengguna jalan, termasuk uang dalam jumlah besar, merupakan bagian dari standar pelayanan. Hal ini penerapannya di seluruh ruas tol yang dikelola yang juga menunjukkan bahwa Lampung aman, termasuk perjalanan di jalan tol.
Hal itu tercermin dalam peristiwa penemuan tas berisi uang Rp7,7 juta dan USD 20.000 di Rest Area KM 87B, Lampung Selatan, Senin (23/3). Seluruh isi tas dikembalikan utuh kepada pemilik setelah melalui proses pengamanan dan verifikasi.
Manager Public Affairs Hakaaston Ruas Bakauheni–Terbanggi Besar, M. Alkautsar, mengatakan setiap petugas telah dibekali pedoman kerja yang menekankan integritas, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam pelayanan.
“Pengembalian barang temuan, apalagi bernilai besar, merupakan bagian dari standar operasional pelayanan. Ini bukan kejadian insidental, tetapi implementasi dari sistem yang kami jalankan,” ujarnya.
Menurut dia, seluruh petugas di lapangan, termasuk keamanan dan personel operasional, diwajibkan menjalankan prosedur tetap ketika menemukan barang milik pengguna jalan. Prosedur tersebut meliputi pengamanan lokasi dan pelaporan berjenjang. Selanjutnya, ada juga verifikasi kepemilikan sebelum pengembalian barang.
Ia menegaskan, sistem tersebut dirancang untuk menjamin keamanan barang milik pengguna jalan sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan.
Respon Cepat
Dalam kasus di Rest Area KM 87B, respon cepat petugas menjadi kunci. Tas yang ditemukan langsung diamankan dan dilaporkan kepada tim bantuan kendali operasi (BKO) untuk penanganan lebih lanjut.
Dalam waktu sekitar satu jam, pemilik tas datang untuk melakukan klaim. Setelah proses verifikasi identitas dan pencocokan isi barang, tas diserahkan kembali tanpa kekurangan.
PT HKA menilai, kepercayaan publik terhadap layanan jalan tol sangat bergantung pada konsistensi petugas dalam menjalankan standar pelayanan, termasuk dalam menjaga barang milik pengguna.
Selain itu, keberadaan rest area sebagai titik istirahat dengan mobilitas tinggi juga menjadi perhatian khusus dalam sistem pengawasan.
“Rest area adalah ruang publik dengan intensitas pergerakan tinggi. Karena itu, standar pengamanan dan pelayanan harus lebih ketat dan responsif,” kata Alkautsar.
Ia menambahkan, perusahaan tidak hanya fokus pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga pada aspek keamanan dan kenyamanan pengguna secara menyeluruh.
Ke depan, PT BTB bersama Hakaaston akan terus memperkuat pengawasan operasional serta pembinaan sumber daya manusia. Hal ini bertujuan memastikan setiap petugas mampu menjalankan standar pelayanan secara konsisten.
Peristiwa pengembalian tas berisi uang dan dolar tersebut menjadi indikator bahwa sistem pelayanan yang diterapkan tidak hanya bersifat administratif. Selain itu, sistem ini juga berjalan efektif di lapangan.








