Bandar Lampung – Wan Jamaluddin Z kembali dipercaya memimpin UIN Raden Intan Lampung. hal itu setelah resmi dilantik oleh Nasaruddin Umar sebagai rektor untuk periode berikutnya. Pelantikan tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia di Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat. Selain itu, acara dilaksanakan pada Selasa (10/3/2026).
Pelantikan ini merupakan bagian dari pengangkatan pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di bawah naungan Kementerian Agama. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama melantik enam pimpinan perguruan tinggi keagamaan negeri. Terdiri dari empat rektor Universitas Islam Negeri (UIN), satu rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN), serta satu ketua Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri.
Selain Wan Jamaluddin, pimpinan PTKN yang dilantik antara lain Khairudin sebagai Rektor UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu. Ada juga Sumper Mulia Harahap sebagai Rektor UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Selanjutnya, Musahadi sebagai Rektor UIN Walisongo Semarang. Kemudian, Adnan Mahmud sebagai Rektor IAIN Ternate, serta Hendry Yoshua Nanlohy sebagai Ketua Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani.
Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa para pimpinan perguruan tinggi yang baru dilantik diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan kampus. Ia menilai seorang rektor tidak hanya bertanggung jawab dalam aspek akademik. Namun, rektor juga memiliki peran penting dalam membangun karakter civitas akademika.
“Para rektor harus menjadi contoh dan teladan di kampus, baik dalam urusan ibadah, akademik, maupun kepemimpinan. Keteladanan tersebut tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Proses Seleksi
Menurut Menag, para pimpinan PTKN yang dilantik telah melalui proses seleksi panjang. Prosesnya mulai dari tahap penjaringan hingga wawancara sebelum akhirnya ditetapkan sebagai pimpinan perguruan tinggi. Karena itu, mereka diharapkan mampu menjalankan amanah kepemimpinan dengan penuh tanggung jawab.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan perguruan tinggi di masa depan akan semakin kompleks, terutama dengan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan yang semakin memengaruhi dunia pendidikan.
“Perkembangan teknologi membawa tantangan baru bagi perguruan tinggi. Karena itu para pimpinan kampus harus berhati-hati dan mampu mengelola institusi dengan baik agar tidak muncul persoalan yang berdampak negatif,” katanya.
Kualitas SDM
Selain itu, Menag juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus, khususnya para dosen. Ia berharap para rektor dapat proaktif membantu tenaga pengajar. Dengan demikian, tenaga pengajar dapat meningkatkan jenjang kepangkatan akademik.
Menurutnya, peningkatan karier dosen memiliki dampak langsung terhadap kualitas dan akreditasi perguruan tinggi. Oleh karena itu, dukungan pimpinan kampus sangat dibutuhkan agar para dosen dapat berkembang secara profesional.
Menag juga menegaskan bahwa Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri memiliki peran strategis tidak hanya sebagai lembaga akademik, tetapi juga sebagai pusat dakwah dan penguatan nilai-nilai keagamaan di masyarakat.
“PTKN tidak hanya mencetak sarjana atau profesor. Perguruan tinggi ini juga membawa misi syiar dan dakwah. Keberhasilan rektor bukan hanya diukur dari jumlah lulusan, tetapi juga dari seberapa besar dampak ajaran agama hadir dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Bersinergi
Karena itu, ia mendorong para pimpinan kampus untuk membangun kerja sama yang luas dengan berbagai instansi, baik di tingkat pusat maupun daerah. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan bangsa.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin, para staf khusus dan staf ahli Menteri Agama, serta sejumlah pejabat eselon di lingkungan Kementerian Agama.
Dengan kembali dilantiknya Wan Jamaluddin sebagai Rektor UIN Raden Intan Lampung, diharapkan perguruan tinggi Islam terbesar di Provinsi Lampung tersebut semakin berkembang, baik dalam penguatan akademik, riset, maupun pengabdian kepada masyarakat.








