BMKG menyebut kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius, terutama bagi aktivitas transportasi udara dan laut.
Jakarta (Lampost.co) — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait pertumbuhan awan Cumulonimbus di sejumlah wilayah Indonesia pada 13 hingga 19 Mei 2026.
Awan Cumulonimbus atau awan Cb sebagai salah satu pemicu cuaca ekstrem paling berbahaya. Fenomena itu dapat memicu hujan deras mendadak, badai petir, angin kencang, hingga turbulensi kuat bagi penerbangan.
BMKG menyebut kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius, terutama bagi aktivitas transportasi udara dan laut.
Dalam data kategori Frequent (FRQ), BMKG menemukan wilayah dengan kepadatan awan Cumulonimbus di atas 75 persen. Wilayah tersebut masuk kategori risiko tinggi karena berpotensi mengalami cuaca ekstrem secara intens.
Berikut daerah yang berpotensi mengalami pertumbuhan awan sangat padat:
BMKG menilai kepadatan awan di kawasan tersebut dapat mengganggu jarak pandang dan kestabilan perjalanan.
Selain zona merah, BMKG juga mendeteksi wilayah kategori Occasional (OCNL). Kategori itu menunjukkan cakupan awan Cumulonimbus antara 50 hingga 75 persen. Sebaran awan berpotensi muncul di banyak wilayah Indonesia.
Seluruh provinsi di Kalimantan dan Sulawesi masuk dalam pemantauan BMKG. Wilayah Teluk Bone juga berpotensi mengalami pertumbuhan awan signifikan.
BMKG menjelaskan prakiraan tersebut berasal dari model cuaca numerik untuk tujuh hari ke depan. Otoritas cuaca meminta pilot dan nakhoda meningkatkan kewaspadaan saat melintasi wilayah terdampak.
Kawasan Laut Natuna Utara dan perairan selatan Banten menjadi titik perhatian utama. Gangguan cuaca di wilayah tersebut dapat memicu turbulensi, gelombang tinggi, dan hujan lebat mendadak.
BMKG juga meminta masyarakat di wilayah daratan meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca cepat. Papua Tengah menjadi salah satu wilayah yang berpotensi mengalami potensi petir dan angin kencang lebih tinggi.
Masyarakat perlu rutin memantau pembaruan cuaca melalui aplikasi resmi InfoBMKG. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko saat beraktivitas maupun melakukan perjalanan.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update