Bandar Lampung (Lampost.co) – Meski hujan deras sempat mengguyur kawasan kampus Institut Teknologi Sumatera (Itera), Provinsi Lampung. Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) tetap melaksanakan pengamatan dan siaran langsung Gerhana Bulan Total, Selasa, 3 Maret 2026.
Fenomena yang terkenal sebagai Blood Moon ini menjadi satu-satunya gerhana bulan total. Ini dapat teramati penuh dari Indonesia sepanjang 2026. Berdasarkan perhitungan astronomis, fase total dimulai sekitar pukul 18.03 WIB dengan puncak pada pukul 18.33 WIB.
Kepala Pusat OAIL, Dr. Annisa Novia Indra Putri, mengatakan kondisi cuaca menjadi tantangan utama dalam pengamatan kali ini. Peralatan teleskop yang telah siap sejak sore terpaksa dievakuasi untuk menghindari kerusakan akibat hujan.
“Kondisi cuaca memang menjadi tantangan besar malam ini. Tetapi antusiasme tim dan pemirsa tetap tinggi. Kami tetap dapat mendokumentasikan momen penting ini dan berbagi pengetahuan secara daring.” ujar Dr. Annisa dalam siarannya.
Sementara itu, siaran langsung tetap dimulai pukul 18.00 WIB melalui kanal YouTube resmi OAIL. Dengan penjelasan mengenai tahapan gerhana bulan. Mulai dari fase penumbra, parsial, total, hingga kembali ke parsial dan penumbra. Sekitar pukul 19.00 WIB, hujan mulai mereda dan langit berangsur membaik.
Kemudian pada pukul 19.46 WIB, Bulan akhirnya terlihat ketika gerhana telah memasuki fase sebagian (parsial). Momen tersebut tertangkap menggunakan teleskop Meade LX-90 dan tersiarkan secara langsung kepada pemirsa.
Teleskop
Selanjutnya, tim asisten OAIL juga memanfaatkan teleskop Utopia IIIb untuk mengamati fase parsial. Sekaligus pembelajaran teknis pengoperasian instrumen.
Selain pengamatan visual, kegiatan saintifik turut terlaksanakan. Itera Robotic Telescope mulai merekam data sejak Bulan terlihat. Sementara pengukuran kecerlangan langit (sky brightness) secara kontinu sejak pukul 17.00 WIB untuk mendukung analisis atmosfer selama gerhana berlangsung.
Kemudian, data yang terkumpul akan terolah lebih lanjut sebagai kontribusi penelitian astronomi dan atmosfer di lingkungan Itera.
Sementara itu, Gerhana Bulan Total terjadi ketika seluruh piringan Bulan masuk ke dalam bayangan umbra Bumi. Pada fase totalitas, Bulan tampak kemerahan akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi.
Meski tidak seluruh fase dapat teramati secara optimal akibat cuaca. Upaya OAIL memastikan fenomena astronomi tersebut tetap dapat terakses dan terpahami masyarakat luas melalui siaran daring. Rekaman lengkap pengamatan dapat disaksikan kembali di kanal YouTube resmi OAIL








