Bandar Lampung (Lampost.co) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas IV Maritim Panjang menyampaikan kondisi perairan Lampung. Pihak BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi sejumlah wilayah perairan Provinsi Lampung pada periode 10–11 Agustus 2025.
Berdasarkan analisis kondisi sinoptik, pola angin perairan Lampung umumnya bergerak dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 2–20 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau pada Selat Sunda Selatan Lampung, Teluk Lampung Bagian Selatan, serta Perairan Timur Lampung Bagian Utara.
“BMKG memperkirakan tinggi gelombang 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi pada Perairan Teluk Lampung bagian selatan,” himbau BMKG dalam siarannya, Sabtu, 9 Agustus 2025.
Kemudian kondisi ini dapat membahayakan keselamatan beberapa pelayaran. Seperti perahu nelayan jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan gelombang 1,25 meter. Kemudian kapal tongkang jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan gelombang 1,5 meter.
“Sementara itu, gelombang dengan ketinggian 2,5–4,0 meter diperkirakan terjadi pada Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung,” katanya.
Selanjutnya BMKG mengingatkan beberapa potensi risiko terhadap pelayaran. Seperti perahu nelayan jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan gelombang 1,25 meter. Kemudian kapal tongkang jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan gelombang 1,5 meter. Lalu kapal ferry jika kecepatan angin mencapai 21 knot dan gelombang 2,5 meter.
Kemudian BMKG mengimbau seluruh pengguna jasa pelayaran, nelayan, dan masyarakat pesisir untuk waspada terhadap kondisi ini. Serta selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG Maritim Lampung.








