Bandar Lampung (Lampost.co) — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Panjang mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi. Potensi tersebut terjadi pada sejumlah perairan Lampung. Peringatan ini berlaku mulai 27 Oktober hingga 30 Oktober 2025.
Hal itu tersampaikan dalam keterangan resminya, prakirawan BMKG Maritim Lampung, Tri Wahyudi. Ia menjelaskan bahwa pola angin wilayah perairan Lampung umumnya bergerak dari arah Selatan hingga Barat dengan kecepatan angin berkisar 2 hingga 25 knot. Kecepatan tertinggi terpantau pada Teluk Lampung bagian Selatan dan Utara, serta Perairan Timur Lampung.
Kemudian BMKG memprediksi, tinggi gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi pada Perairan Teluk Lampung Bagian Utara dan Perairan Teluk Lampung Bagian Selatan.
“Sementara itu, gelombang lebih tinggi antara 2,5 hingga 4,0 meter berpotensi terjadi pada Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian Selatan Lampung,” himbaunya Minggu, 26 Oktober 2025.
Keselamatan Pelayaran
Selanjutnya BMKG mengingatkan masyarakat pesisir dan pengguna jasa transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan. Kondisi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran.
Pertama, perahu nelayan bila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter. Kedua, kapal tongkang jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter. Ketiga, kapal feri apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.
Kemudian Tri Wahyudi menegaskan agar nelayan dan operator kapal memantau informasi cuaca terkini dari BMKG.
“Kami menghimbau masyarakat pesisir, terutama nelayan dan pelaku pelayaran, untuk berhati-hati dan memperhatikan perkembangan cuaca maritim dari BMKG,” ujarnya.
Lalu BMKG juga menyarankan aktivitas laut dilakukan dengan penuh kewaspadaan. Terutama wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tinggi dan angin kencang.







