• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 03/03/2026 14:50
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

3 Negara Adu Teknologi Bangun PLTN Perdana di Indonesia

Pernyataan itu muncul usai Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kremlin.

EffranbyEffran
14/12/25 - 17:17
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). ANTARA/IST

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). ANTARA/IST

Jakarta (Lampost.co) — Pemerintah Indonesia mulai menyeleksi mitra pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama. Tiga negara masuk radar utama, yaitu Rusia, Korea Selatan, dan Kanada menawarkan teknologi PLTN kepada Indonesia. Proyek itu ditargetkan beroperasi pada 2032.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot Tanjung, menegaskan fokus pemerintah pada efisiensi dan daya saing. Pemerintah akan membandingkan biaya investasi, teknologi, dan harga listrik yang dihasilkan. Faktor tersebut menjadi penentu utama.

Yuliot menilai setiap negara menawarkan keunggulan berbeda. Pemerintah ingin solusi paling optimal untuk kebutuhan nasional. Pernyataan itu muncul usai Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kremlin. Putin menyatakan kesiapan mendukung pengembangan nuklir Indonesia.

Pemerintah kini menyelesaikan regulasi penting sebelum proyek berjalan. Regulasi tersebut berbentuk Peraturan Presiden. Perpres mengatur pembentukan Nuclear Energy Program Implementation Organization atau NEPIO. Lembaga itu menjadi syarat utama dari IAEA.

Yuliot memastikan draf Perpres melewati proses harmonisasi. Pemerintah sedang menunggu tahap pengundangan. Setelah Perpres terbit, pemerintah akan menyampaikan dokumen ke IAEA. Persetujuan NEPIO menjadi langkah awal proyek fisik.

Pemerintah mempertimbangkan beberapa opsi teknologi reaktor. Opsi tersebut mencakup reaktor modular kecil atau SMR. Teknologi itu memiliki kapasitas sekitar 250 megawatt sehingga lebih fleksibel dan efisien. Pemerintah juga membuka opsi reaktor skala besar dengan kapasitas bisa mencapai 1,4 gigawatt.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memaparkan peta jalan PLTN hingga 2034. Total kapasitas ditargetkan mencapai 500 megawatt. Pembangunan akan terbagi di dua wilayah utama. Sumatra dan Kalimantan masing-masing mendapat kapasitas 250 megawatt.

Indonesia memiliki 29 lokasi potensial untuk PLTN. Lokasi tersebar dari Sumatra Utara hingga Papua Selatan. Pembangunan PLTN menjadi bagian strategi transisi energi nasional. Pemerintah menargetkan Net Zero Emission pada 2060.

Porsi Nuklir dalam Bauran Energi

Dalam Kebijakan Energi Nasional, nuklir mulai berkontribusi pada bauran energi. Porsinya mencapai 0,4 persen pada 2032. Kontribusi energi nuklir bisa naik signifikan. Angkanya mencapai 12,1 persen pada 2060. Proyek PLTN pertama akan menjadi tonggak penting energi Indonesia. Pemerintah menargetkan keamanan energi jangka panjang.

Tags: energi nuklir Indonesiapembangkit nuklir IndonesiaPLTN Indonesiaproyek nuklir 2032Rusia Korea Kanada PLTNSMR Indonesia
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Percepatan Hilirisasi Komoditas dan Pembangunan Berbasis Desa

Percepatan Hilirisasi Komoditas dan Pembangunan Berbasis Desa

byRicky Marlyand1 others
03/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung fokus membangun ekosistem ekonomi desa melalui program strategis Desaku Maju. Ini bertujuan...

Pegawai tunjukan sejumlah logam mulia.

Bank Indonesia Waspadai Risiko Inflasi Ramadan Lampung

byDelima Napitupulu
03/03/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Lampung mengalami inflasi sebesar 0,36% (mtm) pada Februari 2026. Secara tahunan,...

Bulog Lampung Intensifkan Penyerapan Gabah Petani Selama Bulan Puasa

Bulog Lampung Intensifkan Penyerapan Gabah Petani Selama Bulan Puasa

byWandi Barboyand1 others
02/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co): Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Lampung terus mengintensifkan penyerapan gabah petani selama Ramadan untuk memperkuat cadangan pangan...

Berita Terbaru

Percepatan Hilirisasi Komoditas dan Pembangunan Berbasis Desa
Ekonomi dan Bisnis

Percepatan Hilirisasi Komoditas dan Pembangunan Berbasis Desa

byRicky Marlyand1 others
03/03/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung fokus membangun ekosistem ekonomi desa melalui program strategis Desaku Maju. Ini bertujuan...

Read moreDetails
Qualcomm FastConnect 8800

Qualcomm FastConnect 8800: Era Wi-Fi 8 dan Bluetooth 7 Dimulai di MWC 2026

03/03/2026
cancel chatGPT

Tren Cancel ChatGPT 2026: Protes Etika dan Migrasi Masif ke Claude

03/03/2026
Intel Core Ultra 200K Plus

Intel Siap Luncurkan Core Ultra 200K Plus: Arrow Lake Refresh Hadir Maret 2026

03/03/2026
larangan chip SMIC YMTC CXMT

Eskalasi Perang Chip 2026: AS Perketat Larangan Komponen SMIC, YMTC, dan CXMT dalam Perangkat Pemerintah

03/03/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.