Bandar Lampung (Lampost.co) — Bank Sentral Rusia kembali mengguncang pasar emas global. Otoritas moneter itu menjual sebagian cadangan emasnya ketika harga logam mulia menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah.
Laporan terbaru menyebutkan pada Januari 2026, Rusia melepas sekitar 300.000 ons emas. Langkah itu menjadi aksi penjualan pertama sejak Oktober 2025. Data resmi menunjukkan total kepemilikan emas Rusia kini turun menjadi 74,5 juta ons.
Keputusan tersebut tidak muncul tanpa alasan. Harga emas dunia terus menguat akibat ketidakpastian geopolitik dan tekanan ekonomi global. Rusia memanfaatkan momentum kenaikan harga untuk mengoptimalkan nilai cadangan asetnya.
Rusia menjual emas tersebut pada harga pasar saat ini sehingga berpotensi mengantongi sekitar US$ 1,4 miliar. Nilai tersebut memberikan ruang fiskal tambahan di tengah tekanan anggaran negara.
Sebelumnya, Bank Sentral Rusia mulai mengaktifkan cadangan emasnya sebagai bagian dari strategi pengelolaan likuiditas. Pemerintah menggunakan emas dan mata uang asing untuk menopang kebutuhan fiskal yang meningkat.
Kementerian Keuangan Rusia juga tercatat menarik dana besar dari Dana Kesejahteraan Nasional. Dalam dua bulan pertama 2025, pemerintah menggelontorkan sekitar 419 miliar rubel atau setara US$ 5,5 miliar. Pemerintah menjual emas dan valuta asing guna menutup penurunan pendapatan minyak dan gas.
Pendapatan energi yang melemah membuat defisit anggaran melebar. Kondisi tersebut mendorong pemerintah mengambil langkah agresif untuk menjaga stabilitas fiskal.
Nilai total cadangan emas justru meningkat meski Rusia menjual sebagian emasnya. Pada Januari 2026, nilai cadangan emas Rusia melonjak 23% menjadi US$ 402,7 miliar. Lonjakan harga emas global menjadi faktor utama kenaikan tersebut.
Sejak konflik Rusia dan Ukraina pecah pada 2022, emas memainkan peran penting dalam strategi keuangan Moskow. Emas menjadi penopang utama stabilitas cadangan devisa ketika sebagian aset valuta asing Rusia dibekukan di Eropa.
Keuntungan Signifikan
Kenaikan harga emas global memberikan keuntungan signifikan bagi Rusia. Nilai logam mulia tersebut mampu menyaingi nilai aset luar negeri yang tidak dapat terakses akibat sanksi.
Langkah penjualan emas itu memperlihatkan strategi fleksibel Rusia dalam mengelola cadangan devisa. Bank sentral tidak hanya menyimpan emas sebagai aset lindung nilai, tetapi juga menggunakannya secara aktif untuk kepentingan fiskal.
Pasar kini menanti langkah berikutnya. Jika harga emas terus naik, bukan tidak mungkin Rusia kembali melepas sebagian cadangannya. Dinamika itu berpotensi memengaruhi pergerakan harga emas dunia dalam beberapa bulan ke depan.








