• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 24/02/2026 13:58
Jendela Informasi Lampung
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Jendela Informasi Lampung
Home Ekonomi dan Bisnis

Apa itu “Quiet Quitting”? Tren Baru Dunia Kerja atau Protes terhadap Sistem Ekonomi?

EffranbyEffran
29/10/24 - 09:55
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Cuti Melahirkan 6 Bulan, Pengusaha Takut Rekrut Karyawan Perempuan. Foto: Ilustrasi/Freepik

Cuti Melahirkan 6 Bulan, Pengusaha Takut Rekrut Karyawan Perempuan. Foto: Ilustrasi/Freepik

Bandar Lampung (Lampost.co) — Istilah “quiet quitting” ramai menjadi perbincangan, khususnya di kalangan generasi muda yang memandang pekerjaan dengan perspektif berbeda.

Berbeda dengan generasi sebelumnya yang cenderung bekerja all-out, banyak anak muda kini memilih kerja sesuai gaji tanpa usaha ekstra jika tidak seimbang dengan kompensasi yang setimpal.

Fenomena itu memicu perdebatan: apakah quiet quitting adalah evolusi budaya kerja, atau bentuk protes terhadap sistem ekonomi yang kurang manusiawi?

Gaya Baru Bekerja

Generasi muda semakin enggan bekerja berlebihan tanpa imbalan sepadan. Quiet quitting bukan sekadar malas bekerja, melainkan upaya menjaga batas dalam hubungan kerja.

Generasi ini menegaskan kontrak kerja cukup jelas. Sehingga, jika atasan meminta lebih tanpa kompensasi tambahan, mereka memilih untuk tidak memberikan lebih juga.

Hal itu dijelaskan dalam penelitian dalam Academy of Management Journal berjudul The Silent Protest: Job Crafting and Employee Silence.

Quiet quitting adalah bentuk silent protest terhadap ekspektasi kerja yang tak seimbang, sebagai respons atas kejenuhan terhadap ekspektasi yang terlalu tinggi.

Fenomena itu hadir di tengah tuntutan pekerjaan modern yang tak kenal henti, deadline ketat, responsivitas 24/7, hingga budaya grind.

Sehingga, banyak pekerja akhirnya memilih untuk menetapkan batasan yang lebih manusiawi dan selaras dengan kesejahteraan mental.

Kritik terhadap Sistem Ekonomi

Quiet quitting dapat menjadi tanda ketidakpuasan lebih besar terhadap sistem ekonomi saat ini. Generasi ini mulai sadar peningkatan produktivitas kerap tidak sejalan dengan kesejahteraan karyawan.

Menurut Harvard Business Review, quiet quitting adalah tanda ketidakpuasan pekerja yang merasa kurang terlibat secara emosional.

Jika ekspektasi kerja terus meningkat tanpa peningkatan benefit, gerakan ini menjadi bentuk “protes sunyi”. Hal itu sebagai pesan tenaga kerja menuntut keadilan dan hak yang lebih baik.

Untuk itu, tidak ada lagi kerja ekstra demi promosi karena mereka paham kerja keras hanyalah langkah pertama, bukan jaminan segalanya.

Generasi ini menginginkan kehidupan yang lebih seimbang dan memilih untuk mempertahankan kesehatan mental. Selain itu, waktu pribadi daripada terjebak dalam rutinitas kerja tanpa kebahagiaan.

Bekerja bukan hanya soal mencari nafkah, tetapi juga soal menjalani hidup yang bermakna.

Elizabeth Gilbert berkata “Perhatikan di mana energimu terfokus, karena di situlah kehidupanmu akan bertumbuh.” Generasi quiet quitting memilih menjaga energi mereka untuk hal-hal yang benar-benar bernilai.

Quiet quitting bukanlah tanda kemalasan atau ketidakpedulian, tetapi cara generasi muda menetapkan batas demi kualitas hidup yang lebih baik. Mereka yang melakukan quiet quitting bukan berhenti bekerja, melainkan hanya melakukan yang cukup sesuai kontrak.

Hal itu adalah pesan halus jika perusahaan ingin hasil lebih, maka harus ada kompensasi yang sepadan.

Beberapa perusahaan masih berpegang pada pandangan lama bahwa karyawan produktif adalah yang bersedia bekerja lebih dari yang diharapkan. Namun, era quiet quitting menantang pandangan itu.

Para pekerja muda lebih memilih menjaga keseimbangan hidup daripada mengorbankan kesehatan mental. Mereka memahami hidup tidak hanya untuk bekerja dan mengejar promosi. Fenomena itu menjadi bukti dari kesadaran generasi untuk memperjuangkan hak dan kebahagiaan di luar pekerjaan.

Tantangan Baru Perusahaan

Quiet quitting bisa menjadi tantangan besar bagi para manajer dan pemilik usaha. Perusahaan perlu beradaptasi dengan ekspektasi tenaga kerja masa kini yang menuntut keseimbangan antara hak pekerja dan keuntungan bisnis.

Fenomena ini bisa jadi awal dari perubahan besar di dunia kerja. Fenomena itu menunjukkan generasi ini tidak ingin bekerja tanpa henti tanpa kejelasan kesejahteraan.

Budaya kerja yang ideal kini bukan lagi tentang lembur, tetapi menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Adanya perubahan itu memunculkan harapan budaya kerja di masa depan akan lebih harmonis dan menghargai kesejahteraan karyawan.

Tags: budaya kerjakinerja generasi mudamalas bekerjaQuiet quittingtren baru dunia kerja
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Ilustrasi

Kebutuhan Uang Tunai di Lampung Naik, BI Siapkan Stok Rp4,5 Triliun Jelang Idulfitri

byDelima Napitupulu
24/02/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Lampung resmi memulai program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (Serambi) 2026....

Investasi emas. Dok/PT Antam

Aksi Ambil Untung Besar-besaran, Ada yang Jual Banyak Emas

byEffran
24/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Bank Sentral Rusia kembali mengguncang pasar emas global. Otoritas moneter itu menjual sebagian cadangan emasnya ketika harga...

Harga emas batangan Antam hari ini, Selasa. Dok ANTARA

Harga Emas Antam 24 Februari Masih Bergerak Positif

byEffran
24/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik untuk perdagangan pada Selasa, 24 Februari 2026....

Berita Terbaru

DPRD lampung
Humaniora

Anggaran Pendidikan Lampung Naik Rp120 M, Ketua DPRD Tegaskan SPP SMA/SMK Gratis

byDelima Napitupulu
24/02/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Pemerintah Provinsi Lampung menempatkan sektor pendidikan sebagai pilar utama pembangunan daerah 2026. Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri...

Read moreDetails
guru

DPRD Lampung Atensi Kesejahteraan Guru Honorer

24/02/2026
Ilustrasi

Kebutuhan Uang Tunai di Lampung Naik, BI Siapkan Stok Rp4,5 Triliun Jelang Idulfitri

24/02/2026
Jadwal imsakiyah Ramadan 1446 Hijriah untuk wilayah Lampung dan sekitarnya. Dok/Lampost.co

Jadwal Imsak, Buka Puasa, dan Salat Lengkap Wilayah Tanggamus Selama Ramadan 1447 H/2026 M

24/02/2026
Ini Tujuh Rekomendasi Tempat Ngabuburit di Lampung

7 Ide Ngabuburit Paling Bermanfaat di Ramadan, Bikin Waktu Berbuka Terasa Lebih Cepat

24/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.