Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan langsung agar harga energi bersubsidi tetap terjangkau.
Jakarta (Lampost.co) — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memastikan harga energi bersubsidi tetap aman. Ia menegaskan BBM subsidi dan LPG 3 kilogram tidak akan naik hingga akhir 2026.
Kebijakan itu bertujuan menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah ingin melindungi kelompok rentan dari tekanan harga energi global.
“Sampai 31 Desember 2026, sekalipun harga ICP US$100, Insyaallah harga BBM dan LPG subsidi tidak akan naik,” ujar Bahlil.
Bahlil menyebut keputusan itu bukan kebijakan biasa. Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan langsung agar harga energi bersubsidi tetap terjangkau.
Pemerintah terus memantau kondisi pasar global. Langkah itu memastikan distribusi energi tetap stabil di dalam negeri. “Itu kami jaga dan itulah perintah bapak presiden Pak Prabowo,” tegasnya.
APBN Masih Kuat Menopang Subsidi Energi
Pemerintah mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menjaga stabilitas harga. Meski harga minyak dunia naik, APBN masih mampu menanggung beban subsidi.
Saat ini, subsidi energi khususnya LPG menjadi komponen besar. Total belanja LPG mencapai sekitar Rp137 triliun per tahun.
Dari jumlah tersebut, pemerintah mengalokasikan Rp80 hingga Rp87 triliun untuk subsidi. Dana itu menjaga harga LPG 3 kg tetap terjangkau bagi masyarakat.
BBM Non-Subsidi Ikuti Mekanisme Pasar
Berbeda dengan energi subsidi, pemerintah menerapkan kebijakan lain untuk BBM non-subsidi. Harga untuk segmen itu mengikuti mekanisme pasar.
Bahlil menjelaskan kebijakan tersebut menyasar masyarakat mampu. Pemerintah tidak memberikan intervensi harga pada kelompok ini. “Kalau BBM untuk yang mampu, itu mengikuti hukum pasar,” jelasnya.
Selain harga, pemerintah juga memastikan ketersediaan energi. Bahlil menyebut stok minyak mentah nasional dalam kondisi aman.
Cadangan energi diproyeksikan cukup untuk satu tahun ke depan. Hal itu menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas nasional. “Stok crude satu tahun ke depan Insyaallah selesai,” ujarnya.
Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update