• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Senin, 26/01/2026 22:19
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Bisa Dapat Subsidi, Pupuk Indonesia Ajak Petani Singkong Daftar E-RDKK

singkong dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 4 Tahun 2025 tercatat sebagai komoditas penerima pupuk bersubsidi.

EffranbyEffran
07/03/25 - 12:59
in Ekonomi dan Bisnis
A A

Jakarta (Lampost.co) — Kementerian Pertanian (Kementan) memasukkan singkong atau ubi kayu ke dalam daftar komoditas yang berhak mendapatkan pupuk subsidi tahun 2025.

Untuk itu, PT Pupuk Indonesia mengajak seluruh petani singkong segera mendaftarkan diri dalam Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (e-RDKK) pada 6 hingga 18 Maret 2025 agar dapat segera menebus pupuk bersubsidi.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana, menegaskan singkong dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 4 Tahun 2025 tercatat sebagai komoditas penerima pupuk bersubsidi.

Komoditas itu masuk dalam kelompok penerima pupuk subsidi lainnya, yaitu padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kakao, dan kopi.

Ia berharap petani singkong segera mendaftarkan diri dalam e-RDKK. Petani bisa mendaftar melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) atau Balai Penyuluh Pertanian (BPP) agar penyaluran bisa segera terealisasikan.

“Jika sebelumnya perubahan e-RDKK baru bisa empat bulan sekali. Tapi, berdasarkan peraturan terbaru Kementerian Pertanian, e-RDKK saat dapat sesuai pada tahun berjalan. Artinya, petani singkong bisa mengusul lebih awal agar pupuk bersubsidinya bisa cepat tersalurkan,” ujar Wijaya.

Pembahasan singkong untuk memperoleh pupuk subsidi menjadi pembahasan stakeholder bersama Kementan. Bahkan, usulan juga untuk menjadi salah satu komoditas pangan strategis nasional.

Sebab, singkong memiliki kandungan karbohidrat setara beras yang mampu menjadi sumber pangan alternatif.

Untuk petani singkong bisa mendapatkan pupuk bersubsidi, terlebih dulu harus tergabung dalam kelompok tani (poktan). Syarat lainnya wajib menggarap lahan singkong maksimal dua hektare. Apabila keduanya terpenuhi, petani singkong dapat mendaftar ke dalam e-RDKK.

Petani singkong dapat mendaftar ke dalam e-RDKK dengan menyerahkan data pribadi ke ketua poktan, seperti fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Selanjutnya ketua poktan yang menyampaikan data anggota kelompoknya ke PPL atau BPP.

“Penebusannya juga sama dengan petani lainnya. Petani singkong terdaftar cukup membawa KTP ke kios resmi untuk melakukan penebusan,” kata dia.

Alokasi Pupuk Subsidi 2025

Dia mencatat Pemerintah mengalokasikan pupuk bersubsidi 9,55 juta ton untuk sepuluh komoditas pada 2025. Rinciannya pupuk urea 4,63 juta ton, NPK phonska 4,27 juta ton, NPK formula khusus kakao 147,8 ribu ton, dan pupuk organik 500 ribu ton.

Sementara itu, petani singkong dalam skema pupuk bersubsidi mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi jenis NPK phonska formulasi 15-10-12. Untuk itu, total alokasi pupuk NPK Phonska 4,27 juta ton untuk singkong dan komoditas lainnya.

“Pupuk Indonesia siap menjalankan amanah menyalurkan pupuk bersubsidi untuk komoditas singkong. Adanya pupuk bersubsidi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Terutama membantu mengembangkan industri singkong tanah air dan mendorong terwujudnya swasembada pangan nasional,” kata dia.

Tags: pupuk IndonesiaPupuk Subsidipupuk subsidi singkong
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Komisi XI DPR RI resmi menetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah melalui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test), Senin (26/1/2026).

DPR Tetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI

byNur
26/01/2026

Jakarta (Lampostr.co)— Komisi XI DPR RI resmi menetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) setelah melalui uji kelayakan...

Menkeu Purbaya

Menkeu Purbaya Ancam Pangkas Anggaran Kementerian Perhubungan

byNur
26/01/2026

Jakarta (Lampost.co)---- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan ultimatum keras kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait carut-marut pemungutan pajak kapal asing...

Harga emas batangan Antam hari ini, Senin. Dok MI

Harga Emas Antam 26 Januari 2026, Rekor Baru Lewati Rp2,9 Juta

byEffran
26/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik untuk perdagangan pada Senin, 26 Januari 2026....

Berita Terbaru

reza rahadian
Hiburan

Alasan Produser Pilih Reza Rahadian dalam Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa

byNana Hasan
26/01/2026

Jakarta (Lampost.co) - Produser Sunil Soraya akhirnya berhasil menggandeng aktor papan atas Reza Rahadian untuk membintangi proyek horor terbarunya. Dalam...

Read moreDetails
Film Agak Laen

Agak Laen: Menyala Pantiku! Segera Geser Avengers: Endgame di Puncak Box Office

26/01/2026
Honda Jazz terbaru resmi diperkenalkan di pasar China dengan nama Honda Fit. Dok/Honda

Honda Jazz Terbaru Diluncurkan, Tampil Lebih Sporty dan Agresif

26/01/2026
V BTS

V BTS Pamer Hobi Baru Jelang Peluncuran Album ARIRANG

26/01/2026
Lula Lahfah

Kasus Kematian Lula Lahfah: Polisi Periksa 6 Saksi dan Temukan Bukti Medis

26/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.