• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 27/01/2026 22:15
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Cukai Rokok 2025 Tekor Rp22,5 Triliun, Purbaya bakal Legalkan Rokok Ilegal

Penerimaan cukai 2025 tekor Rp22,5 triliun. Menkeu Purbaya menyiapkan layer baru cukai untuk menekan rokok ilegal dan mendongkrak pendapatan negara.

EffranbyEffran
22/01/26 - 09:37
in Ekonomi dan Bisnis
A A
Tumpukan rokok ilegal di Bea Cukai Bandar Lampung. (dok.)

Tumpukan rokok ilegal di Bea Cukai Bandar Lampung. (dok.)

Jakarta (Lampost.co) — Penerimaan cukai nasional kembali gagal memenuhi target. Realisasi cukai hanya mencapai Rp221,7 triliun sepanjang 2025. Angka tersebut setara 90,8% dari target APBN Rp244,2 triliun. Pemerintah mencatat kekurangan penerimaan atau shortfall senilai Rp22,5 triliun.

Penerimaan cukai itu turun dari capaian 2024 yang meraup Rp226,4 triliun. Artinya, terjadi kontraksi sebesar 2,1% secara tahunan.

Tekanan penerimaan itu mendorong Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan kebijakan baru. Ia berencana menambah satu layer cukai rokok untuk menampung peredaran rokok ilegal. Skema tersebut membuka ruang legalisasi bagi produk tanpa pita cukai.

Menurut Purbaya, kebijakan itu bertujuan menekan peredaran rokok ilegal. Pemerintah juga berharap penerimaan cukai dan pajak ikut meningkat. Fenomena down trading konsumen menjadi alasan utama lahirnya rencana tersebut.

“Kami sedang membahas satu layer baru agar rokok ilegal bisa masuk jalur legal,” kata Purbaya di Jakarta, kemarin.

Ia menegaskan produsen nantinya wajib membayar pajak dan cukai. Rokok ilegal selama itu tidak menyumbang pendapatan negara. Produk tersebut beredar tanpa pita cukai. Padahal rokok termasuk barang kena cukai selain minuman beralkohol.

Purbaya menyatakan akan segera berkomunikasi dengan produsen rokok. Pemerintah menargetkan regulasi baru terbit pekan depan. Ia juga memberi peringatan keras kepada pelaku usaha yang melanggar. “Kalau masih bermain, saya tindak semuanya tanpa toleransi,” ujarnya.

Di sisi lain, target penerimaan cukai 2026 tetap menantang. Pemerintah menetapkan target Rp243,53 triliun. Angka itu lebih rendah dari target 2025. Namun, target tersebut berarti kenaikan 9,8% dari realisasi 2025.

Tantangan muncul karena pemerintah memutuskan tidak menaikkan tarif cukai rokok pada 2026. Dalam dua tahun terakhir, pertumbuhan penerimaan cukai juga selalu di bawah 10%.

Struktur Cukai Rokok Indonesia Terlalu Rumit

Kebijakan penambahan layer menuai kritik dari akademisi. Peneliti Senior LPEM FEB UI, Vid Adrison, menilai struktur cukai rokok Indonesia terlalu rumit. Sistem tersebut bahkan termasuk paling kompleks di dunia.

Menurut Vid, tarif cukai mempertimbangkan terlalu banyak variabel. Faktor tersebut meliputi teknik produksi, golongan pabrik, jenis rokok, dan harga jual. Kompleksitas itu membuat penerimaan tidak optimal.

“Saya tidak heran penerimaan cukai sering meleset dari target,” kata Vid dalam IBC Business Outlook 2026.

Ia mendorong pemerintah menyederhanakan struktur cukai. Vid menilai penyederhanaan lebih efektif daripada menambah layer baru. Ia juga menyebut kontribusi cukai rokok Indonesia sudah tergolong tinggi.

Koalisi Masyarakat Sipil turut menolak rencana tersebut. Koalisi itu terdiri dari CISDI, PKJS-UI, Komnas Pengendalian Tembakau, IYCTC, Seknas FITRA, dan SDH FKM UI. Sementara itu, pelaku industri meminta terlibat dalam pembahasan.

Founder CISDI, Diah Saminarsih, menilai banyaknya layer membuat rokok tetap murah. Riset CISDI menunjukkan struktur berlapis menjaga harga rokok tetap terjangkau. Kondisi itu melemahkan pengendalian konsumsi. “Penambahan layer justru memperbanyak rokok murah di pasaran,” ujar Diah.

Ketua Umum GAPPRI, Henry Najoan, menilai dialog menjadi kunci kebijakan berimbang. Ia menyoroti daya beli masyarakat yang belum pulih. “GAPPRI berharap pemerintah melibatkan industri legal dalam pembahasan,” kata Henry.

GAPPRI juga mengapresiasi keputusan moratorium kenaikan tarif cukai dan harga jual eceran 2026. Kebijakan itu memberi ruang bertahan bagi industri rokok legal di tengah tekanan ekonomi.

Tags: APBN 2026cukai rokokdown trading rokokGAPPRIindustri hasil tembakaukebijakan cukai rokokpenerimaan cukai 2025Purbaya Yudhi Sadewarokok ilegaltarget cukai 2026
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Media Gathering ACC Lampung yang diselenggarakan pada 27 Januari 2026 di Mbok Wito Palapa Resto, Lampung.

ACC Dorong Literasi Pembiayaan di Tengah Isu Negatif Leasing

byNur
27/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) — PT Astra Credit Companies (ACC) menegaskan komitmennya sebagai lembaga pembiayaan yang berorientasi pada pelayanan dan pemberdayaan...

Harga emas batangan Antam hari ini, Selasa. Dok ANTARA

Harga Emas Antam 27 Januari 2026 Melambung Tembus Rp2,9 Juta

byEffran
27/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) meroket untuk perdagangan pada Selasa, 27 Januari 2026....

PENGANGGURAN DI INDONESIA. Sejumlah warga antre untuk mengurus pembuatan Kartu Pencari Kerja (Kartu Kuning) di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Serang, Banten. Kelompok usia 15 sampai 29 tahun atau Gen Z mencatat kontribusi terbesar terhadap jumlah pengangguran di Indonesia dengan 67 persen pengangguran berasal dari generasi tersebut, setara 4,9 juta orang. ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN

Lulusan Baru Terjepit Realita Kerja: Dituntut Pengalaman, Digaji di Bawah UMR hingga Nepotisme

byEffran
27/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) – Dunia kerja masih menjadi medan berat bagi para lulusan baru. Banyak fresh graduate kesulitan menembus pasar...

Berita Terbaru

Pemprov Lampung Prioritaskan Perbaikan Jalan Demi Tekan High Cost Economy
Lampung

Pemprov Lampung Prioritaskan Perbaikan Jalan Demi Tekan High Cost Economy

byAtikaand1 others
27/01/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan sebagai strategi utama mendongkrak perekonomian daerah. Langkah...

Read moreDetails
Jalan Provinsi Lampung Tembus Hampir 80 Persen Mantap, Tak Semua Jalan Kewenangan Provinsi

Jalan Provinsi Lampung Tembus Hampir 80 Persen Mantap, Tak Semua Jalan Kewenangan Provinsi

27/01/2026
Pengamat Pendidikan Dorong Dana BOS Diprioritaskan untuk Kebutuhan Mendesak Sekolah

Pengamat Pendidikan Dorong Dana BOS Diprioritaskan untuk Kebutuhan Mendesak Sekolah

27/01/2026
Disdikbud Lampung Perketat Pengawasan Penggunaan Dana BOS

Disdikbud Lampung Perketat Pengawasan Penggunaan Dana BOS

27/01/2026
1.040 Sekolah di Lampung Terima Dana BOS Senilai Rp544 Miliar

1.040 Sekolah di Lampung Terima Dana BOS Senilai Rp544 Miliar

27/01/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.