Bandar Lampung (Lampost.co) — Kebijakan pemerintah untuk memberikan insentif berupa diskon tiket transportasi pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendapat sambutan positif dari masyarakat. Program itu dapat meringankan beban biaya perjalanan sekaligus mendorong mobilitas masyarakat antarwilayah.
Mahasiswi asal Bangka yang merantau ke Lampung, Sukma Ayu, mengatakan kebijakan tersebut sangat membantu, terutama bagi perantau.
“Kalau harga tiketnya turun, pasti saya tertarik untuk pulang. Program ini meringankan kami yang ingin bertemu keluarga,” ujarnya, Rabu, 22 Oktober 2025.
Menurutnya, kebijakan itu bisa terus berlanjut di masa mendatang agar lebih banyak perantau dapat merasakan manfaatnya.
“Harapan saya, semoga program ini benar-benar berjalan karena sangat membantu bagi yang ingin berkumpul dengan keluarga di kampung halaman,” kata dia.
Senada, Cening Ayu Wulan, perantau asal Lombok yang menempuh pendidikan di Bandar Lampung. Ia menilai diskon tiket transportasi dapat menjadi solusi praktis bagi mahasiswa yang ingin mudik tanpa harus menambah beban pengeluaran.
“Untuk teman-teman perantau ini sangat menguntungkan, apalagi di momen Nataru saat libur panjang. Kalau tiketnya ada diskon, pasti lebih semangat pulang,” tuturnya.
Ia berharap program tersebut tidak hanya berlaku pada periode Natal dan Tahun Baru, tetapi juga pada libur besar lainnya, seperti Idulfitri atau libur semester mahasiswa.
“Kalau bisa, jangan cuma waktu Nataru, tapi juga di hari raya besar lainnya. Biar semua perantau bisa merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Sementara itu, warga asal Way Kanan yang kini bekerja di Riau, Widya Lestari, menilai kebijakan pemerintah tersebut tepat dan perlu terealisasi secara merata. Ia menyebut, biaya transportasi kerap menjadi faktor utama yang menentukan keputusan seseorang untuk mudik atau tidak.
“Kebijakan ini bagus, asal kuotanya cukup dan sistemnya tidak ribet supaya tidak calo manfaatkan,” kata dia.
Pengumuman Sebaiknya Lebih Awal
Widya menambahkan, program itu sebaiknya lebih awal agar masyarakat dapat mempersiapkan perjalanan dengan lebih baik. “Kalau ada diskon, rencana mudik yang tadinya batal bisa terealisasikan. Semoga ke depan program ini keluar lebih awal dan kuotanya ditambah,” tuturnya.
Perantau asal Lampung yang juga bekerja di Riau, Sri Wahyu, menilai kebijakan tersebut bisa membuka peluang lebih banyak warga untuk pulang ke kampung halaman. Beban biaya perjalanan sering kali menjadi penghalang utama bagi perantau. “Tertarik kalau ada diskon, kalau bisa lebih murah, tentu sangat membantu,” kata dia.








