Ekonomi Lampung Tumbuh 5,58 Persen

Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Editor Ricky Marly, Penulis Nur
Selasa, 05 Mei 2026 21.33 WIB
Ekonomi Lampung Tumbuh 5,58 Persen
Rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung. (dok.)

Bandar Lampung (Lampost.co) — Perekonomian Provinsi Lampung pada Triwulan I 2026 menunjukkan kinerja positif.

Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Lampung tumbuh sebesar 5,58 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y). Meskipun secara triwulanan (q-to-q) mengalami kontraksi sebesar 1,08 persen.

Kepala BPS Lampung, Ahmad Riswan Nasution menerangkan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp132.361,94 miliar.

Tren pertumbuhan ekonomi dalam dua tahun terakhir juga menunjukkan kecenderungan meningkat, dengan capaian tertinggi pada awal 2026.

Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

“Sektor ini mencatat pertumbuhan 9,89 persen dan memberikan kontribusi terbesar sebesar 25,58 persen terhadap total perekonomian Lampung. Selain itu, sektor akomodasi dan makan minum serta jasa keuangan juga mencatat pertumbuhan signifikan,” ucapnya.

Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi sebesar 64,05 persen dan tumbuh 5,54 persen. Disusul konsumsi pemerintah yang tumbuh paling tinggi sebesar 13,84 persen.

Baca Juga:

Serapan Tenaga Kerja di Lampung Meningkat pada Februari 2026

Kondisi Ketenagakerjaan

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, kondisi ketenagakerjaan di Lampung juga menunjukkan perbaikan. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2026, jumlah angkatan kerja tercatat sebanyak 5.115,90 ribu orang, meningkat 30,03 ribu orang dari pada Februari 2025.

Jumlah penduduk yang bekerja mencapai 4.913,59 ribu orang atau bertambah 34,53 ribu orang secara tahunan. Lapangan pekerjaan yang paling banyak menyerap tenaga kerja tetap didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan porsi 44,03 persen.

Dari sisi kualitas pekerjaan, sebanyak 1.527,78 ribu orang atau 31,09 persen tenaga kerja bekerja di sektor formal. Angka ini meningkat 1,69 persen poin dari pada tahun sebelumnya, menunjukkan adanya perbaikan struktur ketenagakerjaan.

Meski demikian, tantangan masih terlihat dari tingginya proporsi pekerja tidak penuh. Persentase setengah penganggur tercatat sebesar 8,62 persen. Sementara pekerja paruh waktu mencapai 31,45 persen dari total penduduk bekerja.

Kabar baiknya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 turun menjadi 3,95 persen atau berkurang 0,12 persen poin dari pada Februari 2025. Penurunan ini mencerminkan membaiknya penyerapan tenaga kerja di tengah pertumbuhan ekonomi daerah.

Secara keseluruhan, capaian ini menunjukkan bahwa ekonomi Lampung tidak hanya tumbuh, tetapi juga diikuti dengan peningkatan kesempatan kerja. Meskipun masih perlu upaya untuk meningkatkan kualitas pekerjaan dan mengurangi pekerja tidak penuh.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News dan ikuti WhatsApp Channel Lampung Post Update

Iklan Artikel 4

BERITA TERKINI