Bandar Lampung (Lampost.co) — Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar nilai ekspor Provinsi Lampung sepanjang Januari hingga November 2025.
Poin penting :
1. Kontribusi sektor industri jadi penyumbang terbesar.
2. Sektor pertanian mencatat nilai ekspor sebesar 1.598,22 juta dolar AS.
3. Sektor industri pengolahan mengalami pertumbuhan positif.
Kontribusi sektor ini melampaui sektor pertanian maupun pertambangan dan lainnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat, nilai ekspor dari sektor industri pengolahan selama Januari–November 2025 mencapai 3.704,94 juta dolar AS.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi bila dengan sektor lainnya.
Statistisi Ahli Muda BPS Lampung M. Sabiel mengatakan, dominasi industri pengolahan menunjukkan peran penting sektor tersebut dalam menopang perdagangan luar negeri Lampung.
Baca juga : Pengembangan Industri Pengolahan Makanan Mewujudkan Ekonomi Mandiri
“Industri pengolahan masih menjadi tulang punggung ekspor Lampung melalui dari besarnya nilai dan kontribusinya,” ujar Sabiel.
Untuk sektor industri pengolahan, sektor pertanian mencatat nilai ekspor sebesar 1.598,22 juta dolar AS.
Sementara sektor pertambangan dan lainnya menyumbang nilai ekspor 672,59 juta dolar AS sepanjang Januari hingga November 2025.
Meski nilainya lebih kecil, sektor pertanian justru mencatat pertumbuhan paling tinggi bila dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Nilai ekspor sektor ini naik 703,36 juta dolar AS atau 78,60 persen bila dengan Januari–November 2024.
“Pertanian menjadi sektor dengan peningkatan nilai ekspor terbesar secara tahunan, meskipun kontribusinya masih pada industri pengolahan,” kata dia.
Sektor ini juga mengalami pertumbuhan positif.
Nilai ekspornya meningkat 393,22 juta dolar AS atau 11,87 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Sebaliknya, sektor pertambangan dan lainnya mengalami penurunan sebesar 139,35 juta dolar AS atau 17,16 persen.
Dari sisi kontribusi terhadap total ekspor Lampung, sektor tersebut menyumbang 61,99 persen.
Sementara sektor pertanian berkontribusi 26,75 persen, dan sektor pertambangan dan lainnya sebesar 11,26 persen dari total nilai ekspor Januari–November 2025.








