Bandar Lampung (Lampost.co) — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lampung bersama Kadin Jawa Tengah memperkuat kerja sama perdagangan antar daerah melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) berbagai komoditas unggulan.
Poin penting :
1. Kadin Lampung dan Jawa Tengah jalin kerja sama.
2. Konektivitas akan terjalin masif dengan kerja sama antar daerah.
3. Komoditi pertanian dan perikanan jadi pilihan antar kedua daerah.
Langkah ini menjadi upaya keterlibatan dunia usaha dalam mendorong konektivitas perdagangan dan penguatan ekonomi daerah.
Wakil Ketua Umum Kadin Lampung, Romi Junanto Utama mengatakan, kerja sama tersebut mencakup sejumlah komoditas strategis yang menjadi andalan Lampung.
Melalui kesepakatan ini, pelaku usaha dari kedua provinsi mengharapkan dapat saling melengkapi kebutuhan pasar dan memperluas jaringan.
Adapun komoditas yang masuk dalam kerja sama dagang meliputi gula, garam, kelapa, beras, kopi, singkong, serta aneka buah-buahan seperti salak, semangka, melon, dan alpukat.
Baca juga : Kadin Lampung Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Daerah
Selain sektor pertanian, peluang kerja sama juga terbuka untuk komoditas perikanan dan peternakan.
Romi menjelaskan, Lampung memiliki potensi besar pada sejumlah komoditas unggulan untuk daerah lain.
Posisi Lampung sebagai daerah produsen merupakan peluang sangat strategis dalam mendukung pasokan antar wilayah.
“Lampung memiliki potensi besar pada sejumlah komoditas unggulan, misalnya tapioka dan gula. Produksi kita termasuk yang terbesar se-Indonesia,” kata Romi, Kamis, 8 Januari 2026.
Ia menjelaskan, selain sektor pertanian, Kadin Lampung juga mendorong kerja sama dagang untuk komoditas perikanan dan peternakan.
Meliputi udang dan sapi yang memiliki peluang pasar cukup besar untuk Jawa Tengah.
Menurutnya, kebutuhan komoditas pangan Jawa Tengah juga cenderung meningkat pada periode tertentu, seperti hari besar dan keagamaan nasional (HBKN).
Kondisi tersebut membuka peluang bagi Lampung untuk menjadi salah satu daerah penyangga utama pasokan.
“Apalagi kalau mendekati puasa dan hari raya idul fitri memang kebutuhan tepung dan gula sangat besar di Jawa Tengah,” katanya.








