Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat pengawalan penggunaan sarana hilirisasi pertanian agar benar-benar memberi dampak bagi kesejahteraan petani.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan penggilingan padi, unit pengeringan, dan pupuk organik cair yang pemerintah gulirkan harus termanfaatkan secara optimal di tingkat desa.
“Alhamdulillah, kenaikan harga gabah membuat pendapatan petani Lampung juga naik. Pemerintah akan terus hadir untuk memastikan kesejahteraan petani semakin baik,” ujarnya.
Menurutnya, upaya memperkuat hilirisasi dengan menghadirkan sarana pascapanen hingga dukungan pupuk organik. Program itu agar petani tidak hanya mengandalkan penjualan hasil panen. Namun, turut mengelola produk turunan yang mampu menambah nilai ekonomi.
Salah satu lokasi penerima bantuan alat hilirisasi adalah Desa Taman Asri, Lampung Timur. Ia meninjau penggilingan sekaligus unit pengering padi berkapasitas 20 ton yang bekerja sama dengan 16 kelompok tani pengelola 350 hektare lahan melalui sistem bagi hasil.
Mirza menekankan, pemerintah hanya menyiapkan fasilitas dan pengetahuan, sedangkan keberlanjutan pengelolaan bergantung pada masyarakat. “Pemerintah hanya menyiapkan fasilitas dan ilmunya. Selanjutnya masyarakat yang menjaga,” ujarnya.
Selain mendorong hilirisasi, ketersediaan sarana produksi juga terdorong melalui pengembangan pupuk organik cair (POC). Gubernur menargetkan penerapan program tersebut dapat menjangkau 2.000 desa di Lampung.
Setiap desa bisa mengelola sekitar 400 hektare lahan dengan memanfaatkan POC. “Alhamdulillah, ini bukti nyata inovasi masyarakat yang harus didukung bersama. Pupuk organik cair ini bukan hanya murah dan ramah lingkungan, tapi juga terbukti meningkatkan hasil panen petani,” kata dia.
Dia optimistis, penerapan luas POC di desa-desa dapat mendorong peningkatan hasil pertanian hingga 20–30 persen. Sehingga, akan berdampak besar pada ketahanan pangan Lampung.








