• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Iklan
  • Tentang Kami
  • E-Paper
Selasa, 10/02/2026 14:57
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS
No Result
View All Result
Home Ekonomi dan Bisnis

Ketegangan di Timur Tengah Bakal Tekan Kurs Rupiah Pekan ini

EffranMedia IndonesiabyEffranandMedia Indonesia
15/04/24 - 14:52
in Ekonomi dan Bisnis, Nasional
A A
Uang THR

Uang THR. Ilustrasi/Dok Medcom

Jakarta (Lampost.co) — Ketegangan di Timur Tengah diprediksi bakal menekan nilai tukar rupiah atau kurs rupiah pada pekan ini. Kurs rupiah itu bakal melemah pada kisaran Rp16.000 per Dolar Amerika Serikat (AS) hingga Rp16.200 per Dolar AS.

Pengamat Komoditas dan Mata Uang, Lukman Leong, menjelaskan pelemahan rupiah terhadap Dolar AS dalam sepekan menyusul data inflasi AS yang lebih kuat dari perkiraan. Selain itu, adanya penyerangan Iran terhadap Israel juga makin menguatkan Dolar AS sebagai safe haven.

“Tidak heran apabila rupiah dibuka melemah tajam pada Senin, 15 April 2024 ini. Sebab, Dolar AS sangat kuat sepekan terakhir,” ujar Lukman kepada Media Indonesia, Minggu, 14 April 2024.

Dia melihat hampir tidak ada sentimen positif yang dapat mendukung kurs rupiah. Data-data ekonomi dari Tiongkok yang lebih lemah seperti inflasi dan perdagangan juga ikut menekan kurs mata uang dalam negeri.

“Bank Indonesia mungkin akan melakukan intervensi walau rupiah masih akan susah bangkit dari tekanan yang besar ini,” ujar dia.

BACA JUGA: AS Sebut Iran Sudah Memulai Serangan Udara ke Israel

Staf Bidang Ekonomi, Industri dan Global Markets Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, mengatakan pelemahan kurs rupiah terhadap Dolar AS akibat mekanisme transaksi di pasar luar negeri. Salah satunya di pasar non deliverable forward (NDF) Singapura.

“Rupiah terlihat melemah karena posisi Dolar AS yang tengah menguat secara global maupun regional Asia. Hal itu tercermin dari posisi variabel indeks Dollar DXY yang posisinya terus menanjak,” kata Myrdal.

Penguatan indeks Dollar DXY itu sebagai gambaran dari perpindahan arus dana di pasar keuangan internasional yang mengarah pada pergerakan pelaku pasar global. Mulai dari pasar saham hingga obligasi yang memindahkan aset investasinya ke pasar AS, terutama pasar obligasi AS.

Sebab, pasar obligasi AS akan lebih menarik saat yield dari surat utangnya terus meningkat. Kemudian terlihat pula meningkat saat ekspektasi penurunan bunga the Fed semakin tidak pasti.

Dampak di Pasar Keuangan Lainnya

Dia memprediksi pasar keuangan domestik baru buka pada Selasa, 16 April 2024. Secara fundamental, tren permintaan Dolar AS di dalam negeri meningkat untuk impor bahan bakar minyak (BBM) dan bahan pangan. Kedua komoditas itu permintaannya meningkat karena faktor musiman lebaran.

“Realitanya harga komoditas global untuk energi dan pangan saat ini tengah menanjak. Wajar kalau posisi surplus neraca dagang Indonesia pada Februari 2024 anjlok ke level di bawah US$1 miliar,” ujar dia.

Untuk itu, Bank Indonesia berpotensi melakukan intervensi untuk menahan volatilitas drastis dari kurs rupiah. BI akan kembali mengandalkan cadangan devisanya di pasar spot Rupiah.

Lalu lewat instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) atau transaksi derivatif valuta asing terhadap Rupiah, maupun pasar sekunder obligasi domestik. “Pelemahan rupiah akan ditahan agar tidak sampai ke level psikologis di atas Rp16.000,” kata dia.

Sementara itu, meningkatnya ketidakpastian geopolitik menjelang akhir pekan berkontribusi terhadap aksi jual di berbagai pasar keuangan. Hal itu akibat kekhawatiran mengenai serangan yang akan segera terjadi dari Iran ke Israel

Dampaknya harga minyak melonjak lebih dari 2% pada puncak sesi sebelum sedikit mereda pada Jumat. Emas juga mendapatkan keuntungan dari statusnya sebagai investasi safe-haven, menembus level US$2,400 per ounce.

Pasar ekuitas juga mengambil kalibrasi ulang ekspektasi penurunan suku bunga seiring data yang menunjukkan perekonomian AS dalam kondisi sehat. Hal itu meningkatkan harapan perusahaan untuk melaporkan pendapatan yang kuat.

Tags: Kurs rupiahnilai tukar mata uang
ShareSendShareTweet
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Perkuliahan Dimulai, Omzet UMKM di Sekitar Kampus Kembali Meningkat

Perkuliahan Dimulai, Omzet UMKM di Sekitar Kampus Kembali Meningkat

byRicky Marly
10/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Seiring dengan dimulainya masa perkuliahan di berbagai perguruan tinggi, perekonomian masyarakat di sekitar kampus kembali meningkat....

Jembatan Way Bungur yang akan dibangun ulang. ANTARA

TNI-Pemprov Eksekusi Jembatan Gantung Garuda Merah Putih di Way Bungur

byDelima Napitupuluand1 others
10/02/2026

Bandar Lampung (lampost.co)--Tragedi keselamatan siswa sekolah yang harus menyeberangi sungai di kawasan Way Bungur kini mendapatkan kepastian solusi. Melalui rapat...

Harga emas batangan Antam hari ini, Selasa. Dok ANTARA

Harga Emas Antam 10 Februari Terus Menguat

byEffran
10/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik untuk perdagangan pada Selasa, 10 Februari 2026....

Berita Terbaru

Perkuliahan Dimulai, Omzet UMKM di Sekitar Kampus Kembali Meningkat
Ekonomi dan Bisnis

Perkuliahan Dimulai, Omzet UMKM di Sekitar Kampus Kembali Meningkat

byRicky Marly
10/02/2026

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Seiring dengan dimulainya masa perkuliahan di berbagai perguruan tinggi, perekonomian masyarakat di sekitar kampus kembali meningkat....

Read moreDetails
Warga Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, menyambut baik rencana pemerintah pusat yang akan membangun Jembatan Merah Putih sebagai akses penyeberangan antar desa.

Dinas BMBK Lampung Audit Teknis Lokasi Jembatan Way Bungur

10/02/2026
Warga Lampung Titip Harapan pada Wakil Daerah di Ajang Puteri Indonesia

Warga Lampung Titip Harapan pada Wakil Daerah di Ajang Puteri Indonesia

10/02/2026
Jembatan Way Bungur yang akan dibangun ulang. ANTARA

TNI-Pemprov Eksekusi Jembatan Gantung Garuda Merah Putih di Way Bungur

10/02/2026
Agita Nazara Siap Bawa Identitas Lampung di Puteri Indonesia 2026

Agita Nazara Siap Bawa Identitas Lampung di Puteri Indonesia 2026

10/02/2026
Facebook Instagram Youtube TikTok Twitter

Affiliated with:

Informasi

Alamat 
Jl. Soekarno – Hatta No.108, Hajimena, Lampung Selatan

Email

redaksi@lampost.co

Telpon
(0721) 783693 (hunting), 773888 (redaksi)

Sitemap

Beranda
Tentang Kami
Redaksi
Compro
Iklan
Microsite
Rss
Pedoman Media Siber

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BOLA
  • TEKNOLOGI
  • EKONOMI BISNIS
    • BANK INDONESIA LAMPUNG
    • BANK SYARIAH INDONESIA
    • BANK LAMPUNG
    • OTOMOTIF
  • PENDIDIKAN
    • UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA
    • UNILA
    • UIN LAMPUNG
    • U B L
    • S T I A B
  • KOLOM
    • OPINI
    • REFLEKSI
    • NUANSA
    • TAJUK
    • FORUM GURU
  • LAMPUNG
    • BANDARLAMPUNG
    • PEMKOT BANDARLAMPUNG
    • PEMPROV LAMPUNG
    • TULANG BAWANG BARAT
    • LAMPUNG BARAT
    • LAMPUNG TIMUR
  • IKLAN PENGUMUMAN
  • VIDEO
    • Breaking News
    • Bedah Tajuk
    • Economic Corner
    • Podcast
  • INDEKS

Copyright © 2024. Lampost.co - Media Group, All Right Reserved.