Bandar Lampung (Lampost.co) — Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota. Langkah tersebut untuk meningkatkan kinerja fiskal Lampung secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Poin Penting:
-
Pemprov Lampung dan kabupaten/kota terus memperkuat sinergi.
-
Koordinasi lintas daerah percepat realisasi APBD Lampung.
-
Kinerja fiskal Lampung 2025 menunjukkan tren positif.
Selain itu, penguatan kolaborasi antarwilayah memastikan pelaksanaan APBD Lampung berjalan selaras dengan prioritas pembangunan daerah. Karena itu, Pemprov Lampung menempatkan koordinasi lintas pemerintah sebagai strategi utama.
Sekretaris Provinsi Lampung Marindo Kurniawan menegaskan pentingnya sinergi provinsi dan daerah. Kolaborasi menjadi kunci percepatan realisasi anggaran dan efektivitas pembangunan.
Baca juga: Pemprov Lampung Perkuat Strategi Fiskal
Marindo menyebut koordinasi yang kuat mampu mendorong pelaksanaan APBD Lampung lebih cepat. Selain cepat, realisasi anggaran juga menjadi lebih efektif dan tepat sasaran. “Kami terus mendorong penguatan koordinasi dengan kabupaten dan kota,” ujar Marindo.
Ia menekankan pentingnya keselarasan kebijakan pembangunan daerah. Dengan sinergi yang solid, program pembangunan diharapkan berjalan searah. Selain itu, tumpang tindih kegiatan dapat meminimalkan secara signifikan.
Kas Pola Aktif
Dari sisi pengelolaan kas daerah, kondisi kas Lampung menunjukkan pola aktif. Nilai kas daerah tercatat berada di bawah rata-rata nasional provinsi. Secara nasional, rata-rata kas daerah provinsi mencapai Rp1,35 triliun.
Sementara itu, Lampung berada di bawah angka tersebut. Kondisi ini mencerminkan strategi fiskal yang produktif dan progresif. Pemerintah daerah tidak menahan dana di kas daerah.
Sebaliknya, Pemprov Lampung aktif merealisasikan anggaran untuk pembangunan. Realisasi tersebut diarahkan pada peningkatan layanan publik dan infrastruktur.
Secara umum, kinerja fiskal Lampung tahun anggaran 2025 menunjukkan tren positif. Capaian tersebut terlihat dari tingkat kemandirian fiskal yang kuat.
Selain itu, realisasi belanja APBD Lampung tergolong progresif. Realisasi belanja bahkan melampaui rata-rata nasional provinsi.
Kinerja belanja tersebut menandakan kemampuan eksekusi program yang baik. Perencanaan anggaran semakin matang dan terukur.
Pengelolaan kas daerah juga menunjukkan efektivitas yang konsisten. Dana daerah secara produktif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Di sisi lain, sinergi provinsi dan kabupaten memperkuat dampak belanja publik. Program daerah dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Marindo menilai penguatan tata kelola keuangan daerah menjadi prioritas berkelanjutan. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama pengelolaan APBD Lampung.
Selain itu, tata kelola keuangan harus adaptif terhadap dinamika pembangunan. Perubahan kebutuhan masyarakat menuntut kebijakan fiskal yang responsif.
Ke depan, Pemprov Lampung berkomitmen memperkuat sinergi lintas pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut memastikan APBD berfungsi optimal sebagai instrumen pembangunan.
APBD Lampung mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Masyarakat Lampung harus merasakan langsung manfaat anggaran.
Dengan sinergi kuat dan fiskal sehat, Lampung menatap pembangunan lebih optimistis. Pemprov Lampung percaya kinerja fiskal positif akan berlanjut sepanjang tahun.








